Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Harga Telur di Jakarta Naik hingga Rp 6.000 per Kilogram

Jumat 13 Jul 2018 04:00 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pedagang  di Pasar Oro-oro Dowo mengeluhkan kenaikan harga telur ayam, Kamis (12/7).

Pedagang di Pasar Oro-oro Dowo mengeluhkan kenaikan harga telur ayam, Kamis (12/7).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pemprov DKI memastikan pasokan telur untuk KJP Plus tetap berjalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Darjamuni melaporkan peningkatan harga telur di Jakarta mencapai angka Rp6 ribu per kilogram. Kendati demikian, ia menjamin bahwa pasokan telur untuk program KJP plus dipastikan aman. 

"Sementara saya nggak mau tahu pokoknya kalau untuk KJP tetap jalan yang di masyarakat," kata Darjamuni ketika dihubungi, Kamis (12/7). 

Menurut Darjamuni, Direktur PT Food Station Tjipinang Jaya Arif Prasetyo Adi dan Direktur PD Dharma Jaya Johan Ramadhan telah melaporkan bahwa kenaikan harga telur mencapai Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Hal itu melalui surat tertanggal 9 Juli 2018 kedua BUMD itu meminta ada perubahan harga telur untuk KJP Plus. 

Namun, Darjamuni tak ingin melakukan perubahan sebelum ada keputusan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Dia mengatakan hal itu akan dibahas pada rapat Senin (16/7). "Memang mereka sudah teriak, tapi baru mau dibahas Senin," kata dia.

Darjamuni menjelaskan kenaikan harga telur terjadi karena para peternak ayam di daerah masih tergantung pada pakan impor. Kenaikan kurs dolar menyebabkan harga pakan ayam impor naik. Hal ini berpengaruh pada harga produksi telur dan berdampak naiknya harga jual telur. 

Hingga saat ini ia belum dapat memastikan apakah akan ada operasi pasar untuk menstabilkan harga. Saat ini PT food Station Tjipinang Jaya dan PD Dharma Jaya masih fokus untuk menjaga stok aman, sementara Dinas KPKP memastikan agar stok untuk KJP plus tidak terganggu.

"Operasi pasar baru dibahas hari Senin," kata dia. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kenaikan harga telur terjadi sebagai dampak inflasi turunan. Dalam waktu dekat, ia berencana pergi ke Blitar sebagai daerah pemasok telur DKI Jakarta. Ia ingin memastikan bahwa kenaikan harga telur dan ayam tak berdampak pada komoditi lainnya. 

"Yang saya kaget tadi saya dilaporkan juga cabe yang tidak ada hubungannya dengan dolar itu juga naik," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES