Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Kasus Sobekan Alquran, Masyarakat Diimbau tak Terprovokasi

Selasa 22 May 2018 19:59 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andri Saubani

Sandiaga Uno saat bersafari di Kota Semarang, Ahad (15/4). Pada safari ini, ia juga menyapa warga Kota Salatiga bersama cagub Sudirman Said.

Sandiaga Uno saat bersafari di Kota Semarang, Ahad (15/4). Pada safari ini, ia juga menyapa warga Kota Salatiga bersama cagub Sudirman Said.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Sobekan Alquran tersebar di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan insiden sobekan ayat suci Alquran. Hal tersebut ia ungkapkan setelah ditemukannya lembaran yang diduga dari sobekan kertas ayat-ayat suci Alquran bertebaran di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Jangan sampai kita juga terprovokasi dengan kejadian tersebut. Mungkin itu ada yang menginginkan Jakarta dan Indonesia terpecah belah," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Sandiaga menuturkan, Alquran merupakan pedoman bagi umat Islam. Oleh karena itu, ia mengimbau jangan ada pihak yang menjadikan insiden tesebut sebagai hal yang dapat memecah-belah kesatuan Indonesia.

"Mari kita lakukan yang terbaik untuk Alquran, harus pastikan itu pedoman kita. Jangan dibiarkan tercabik-cabik seperti itu. Kita harus saling mengingatkan jangan sampai ini digunakan untuk insiden yang memecah-belah," tambahnya.

Ia juga meminta kepada pihak yang menyebar lembaran Alquran tersebut agar segera menghentikannya. "Saya mengirim pesan yang sangat serius kepada yang melakukan itu, seandainya tidak sengaja tolong dihentikan. Tapi seandianya memprovokasi kita tidak mentoleransi kegiatan yang berpotensi memecah-belah," kata Sandiaga.

Seperti diketahui, lembaran yang diduga dari sobekan kertas ayat-ayat suci Alquran bertebaran di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, polisi telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki siapa pelakunya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tim juga dikerahkan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya. "Kita sudah bentuk tim, kita sedang penyelidikan. Pastilah dari Ditreskrimum, enggak mungkin polsek sendirian," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/5).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA