Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Kronologi Pengeroyokan Penarik Ojek Daring di RS Bhakti Yuda

Ahad 22 Apr 2018 11:25 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Indira Rezkisari

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
Penarik ojek tidak sengaja menyenggol tukang parkir yang sedang bercanda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemarin puluhan penarik ojek daring memenuhi Polsek Pancoranmas. Mereka bergerombol mengawal seorang teman mereka yang menjadi korban pengeroyokan oleh 10 oknum orang yang disebut sebagai tukang parkir di Pertigaan RS Bhakti Yuda, Depok.

Kapolsek Pancoranmas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan, jika tidak ada anggotanya yang datang ke lokasi untuk melerai mungkin nyawa penarik ojek daring tidak tertolong. "Bisa mati itu anak orang kalau tidak ada anggota kami yang melerai," ujar dia, Sabtu (21/4) malam.

Pengeroyokan berawal dari salah seorang penarik ojek daring yang sedang melintas di Pertigaan RS Bhakti Yuda, Depok, Jawa Barat, bernama Sam. Ketika sedang melintas, di depannya ada seorang tukang parkir yang sedang bercanda dengan temannya lalu dorong-dorongan.

Karena Sam sedang melintas, motornya tidak sengaja menyenggol tubuh sang tukang parkir dan membuatnya kaget. Merasa bersalah telah menyenggol, akhirnya Sam memberhentikan motornya lalu turun dari motornya dan hendak mengecek keadaan sang tukang parkir tadi.

"Saya turun dari motor untuk melihat kondisi tukang parkir, tapi temannya tukang parkir malah menyebut saya menantang dia. Saya sudah jelaskan baik-baik, saya mau lihat kondisi tukang parkir itu, tukang parkirnya diam saja tapi malah temannya itu yang provokator," jelas Sam saat melapor ke Polsek Pancoranmas.

Sam dihajar terlebih dahulu oleh teman tukang parkir tadi. Sontak sembilan orang lainnya ikut-ikutan mengeroyok. Andai tidak menggunakan helm, mungkin Sam akan terkapar dan sekarat.

Melihat keributan, warga tidak tinggal diam, warga melapor ke polisi dan ada tiga anggota yang datang ke lokasi pengeroyokan untuk menolong Sam. Belum selesai sampai di situ, 10 pengeroyok itu lantas menantang Sam untuk memanggil teman-temannya sesama penarik ojek daring.

Geram, Sam pun menghubungi teman-temannya yang masuk dalam Komunitas Stadebar. Tidak berapa lama pertigaan RS Bhakti Yuda langsung dipenuhi penarik ojek daring yang mengamuk mencari tukang parkir karena mengetahui temannya hampir mati dikeroyok.

"Ternyata sudah diamankan ke Polsek itu tukang parkirnya. Jadi kita ikut ke Polsek biar ditangani dengan benar laporan teman kami itu," ujar Koordinator Komunitas Stadebar yang biasa dipanggil Abah.

Abah menyebutkan, para pengeroyok itu merupakan tukang parkir yang ternyata sudah meresahkan masyarakat. Selain residivis, mereka juga selalu mabuk-mabukan di wilayah itu, tetapi polisi seolah tutup mata dengan perilaku mereka.

"Tadi saya tanya warga, katanya mereka memang meresahkan, warga sudah capek kasih tahu dan polisi juga mungkin nggak mau tahu. Mereka harus ditangani serius itu, sebelum tambah korban lagi. Mereka bukan tukang parkir lagi tapi preman, premanisme," papar Abah.

Penarik ojek daring, katanya, tidak akan memulai suatu keributan jika tidak diusik duluan. Apalagi, masyarakat bisa melihat sendiri jika terjadi suatu kecelakaan di jalan, atau ada tindak pidana di jalan, para penarik ojek daring coba membantu.

"Tolong jangan beri kami berita miring, kami dibilang anarkis, kami tidak akan memulai kalau tidak ada yang memancing. Seperti kasus ini, bisa ditanya ke warga bagaimana kejadian sebenarnya. Ya masa teman kami hampir mati, lalu kami diam saja?" kata Abah.

Kasus tersebut ditangani oleh Polsek Pancoranmas. Rencananya Sam juga akan divisum.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES