Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Jelang Lebaran, Truk dan Bus tak Disarankan Melintasi Puncak

Kamis 15 Mar 2018 08:30 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Winda Destiana Putri

Truk

Truk

Foto: Republika/ Wihdan
Bus dan truk tetap diarahkan untuk menggunakan Jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jelang musim mudik lebaran pada Juni nanti, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor masih tidak menyarankan kendaraan bus dan truk melewati Jalur Puncak. Bus dan truk tetap diarahkan untuk menggunakan Jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi.

Meski pengerjaan perbaikan jalur longsor telah selesai. Kami tetap sarankan agar kendaraan besar tidak melintas Jalur Puncak. Penutupan kita prediksi dilakukan hingga libur Lebaran, ujar Kasatlantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, Kamis (15/3).

AKP Hasby menambahkan pasca longsor Januari lalu, kendaraan-kendaraan besar seperti bus dan truk bermuatan di atas 10 ton dilarang melintas jalur puncak. Hingga saat ini meski jalur uji coba puncak telah diberlakukan, hanya kendaraan roda dua dan roda empat berukuran kecil yang boleh melintas.

Kendaraan bertonase besar dari arah Jakarta menuju Cianjur dan sebaliknya tetap diarahkan melintasi jalur alternatif Jonggol. Jarak yang ditempuh dengan jalur alternatif ini sekitar 86 kilometer dengan kisaran waktu 1,5 jam.

Hasby kemudian memprediksi volume kendaraan musim Lebaran nanti akan naik dengan rata-rata di atas 40.000 kendaraan. Pelarangan kendaraan bertonase besar melintas ini dikatakan juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan kecelakaan.

Kendaraan besar menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean. Jalur Puncak juga cenderung menanjak dan turunan sementara kendaraan besar dapat memperlambat kecepatan kendaraan, ujarnya.

Hingga saat ini Jalur Puncak masih memberlakukan pembatasan kendaraan yang melintas di Jalur Puncak. Hal ini sejalan dengan proses pengerjaan jalan yang masih belum rampung akibat longsor Januari lalu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sendiri mengatakan proses pengerjaan di daerah Puncak baru mencapai 30 persen. Saat ini sedang dilakukan penguatan pondasi dan diperkirakan akan selesai sebelum lebaran tiba.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA