Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Tim Gabungan Kawal Ganjil-Genap Tol Selama Dua Pekan

Rabu 14 Maret 2018 02:11 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Andri Saubani

Petugas mengarahkan kepada pengendaran mobil bernomor polisi ganjil saat hari pertama pemberlakuan sistem ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3).

Petugas mengarahkan kepada pengendaran mobil bernomor polisi ganjil saat hari pertama pemberlakuan sistem ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Penerapan ganjil-genap telah dimulai Senin (12/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Selama dua pekan ke depan, tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, kepolisan Kota Bekasi, PT Jasa Marga dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan berjaga di tiga gerbang tol (GT) antisipasi penerapan kebijakan ganjil-genap. Penerapan ganjil-genap telah dimulai Senin (12/3) lalu dan masih akan terus dievaluasi dan dijaga.

Wakil Ketua Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Bekasi, Permana Sidiq mengatakan, tim Dishub berjumlah 10 personel di setiap titik GT. Sepuluh anggotanya saling bergantian di tiga GT Bekasi.

"Kita shift setiap hari ke tiga GT dari jam 6 - 9. Tugas kami masih mengarahkan pengendara yang terdampak ganjil-genap, juga lalu lintas di sekitar GT," ujar Permana di GT Bekasi Barat 1, Selasa (13/3).

Mereka bertugas memilah-milah kendaraan berplat yang tak sesuai dengan pemberlakuan ganjil atau genap. Sesuai tanggal, maka, hari ini yang dapat melintasi GT Bekasi Barat 1, 2 dan Bekasi Timur adalah kendaraan bernomor ganjil.

"Kami masih terus putarkan dan arahkan ke GT yang tak kena dampak. Lebih bagus mereka mau parkir lalu lanjut bus premium. Masih akan terus disosialisasi," ujarnya.

Di sepanjang jalan imbas penerapan ganjil genap seperti di jalan arteri Kalimalang juga telah disiagakan beberapa personel Dishub. Di sisi lain, Dwiky Bayu (25) pengendara mobil yang melintas GT Bekasi, tidak setuju dengan kebijakan yang berlaku. Pasalnya, ruas jalan lain, menurutnya masih belum memadai.

"Kondisi jalan belum bisa dibilang baik, moda transportasinya juga, sama saja akan macet-macet juga," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES