Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Pemprov DKI: Wisata Halal tak Hilangkan Hiburan Malam

Kamis 08 Mar 2018 05:40 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno membuka Forum Group Discussion bertema Halal Tourism & Halal Industry di Lt 22 Gedung Blok G, Kompleks Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno membuka Forum Group Discussion bertema Halal Tourism & Halal Industry di Lt 22 Gedung Blok G, Kompleks Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Foto: Republika/Sri Handayani
Hiburan malam tak selalu bersifat negatif selama masih dalam koridor aturan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan forum diskusi kelompok untuk merevisi rancangan peraturan gubernur (pergub) tentang wisata halal. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pergub tersebut tidak akan menghilangkan hiburan malam.

"Selama hiburan malam itu tidak melanggar ketentuan tidak mencampurkan dengan judi, prostitusi, dan narkoba, hiburan malam itu masih dalam aturan dan norma tentunya kami di Pemprov akan terus menjaga koridor itu," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Menurut Sandiaga, Pemprov DKI tidak bisa mendikotomikan bahwa wisata malam merupakan wisata yang tidak halal. Dalam praktiknya, negara-negara Islam di Timur Tengah juga menyediakan banyak atraksi pada malam hari.

Ia mencontohkan tarian sufi atau kadang disebut Sema yang berasal dari Anatolia, Turki. Pertunjukan ini biasa disajikan mulai sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Tarian bernuansa Islami ini diciptakan oleh seorang sufi terkenal bernama Maulana Jalaluddin Rumi.

Sandiaga mengatakan, tarian ini juga disajikan di berbagai hotel dan menjadi pertunjukkan yang mahal. Satu pertunjukan bisa dibanderol hingga 120 dolar AS atau sekitar Rp 1,7 juta. Jauh dari hiburan malam yang identik dengan dunia gemerlap, di dalamnya terdapat zikir dan doa-doa.

"Jadi belum tentu hiburan malam berkonotasi negatif," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA