Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Dilaporkan ke Polisi Soal Kebijakan, Anies Hanya Tersenyum

Jumat 23 Februari 2018 12:06 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Teguh Firmansyah

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Anies dilaporkan terkait dengan penutupan Jalan Jati Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pelaporan terhadapnya terkait kebijakan melegalisasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang. Anies hanya menjawab singkat dan tersenyum saat ditanyai hal tersebut.

"Tidak ada (tanggapan)," kata dia seraya tersenyum, di Jakarta, Jumat (23/2).

Anies dilaporkan ke polisi akibat menutup Jalan Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat dalam kurun waktu pagi hingga sore hari untuk tempat PKL berjualan. Penutupan jalan itu, dianggap memiliki unsur pidana di dalamnya.

 

Baca juga, Anies Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru.

 

"Banyak memang dari undang-undang, perda sudah langgar, lalu pidananya itu yang di laporan. Terus perda dilanggar lalu Pergub ya kalau nggak salah tahun 2007, jadi intinya PKL tidak boleh untuk namanya mengganggu jalan raya," kata Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian saat dikonfirmasi, Kamis (22/2) malam.

Anies dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus oleh Cyber Indonesia dengan nomor: TBL/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tanggal 22 Februari 2018. Pelapor menilai keputusan Anies itu mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan bertentangan dengan Pasal 12 UU Nomor 38 Tahun 2004.

Jack menilai keputusan menutup jalan itu merupakan kewenangan kepolisian bukan Pemda. Dampaknya keputusan Anies tersebut dianggap menggangu banyak pihak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES