Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Pedagang Sate di Kompleks GBK akan Ditertibkan

Selasa 13 February 2018 05:25 WIB

Red: Nidia Zuraya

GBK

GBK

Foto: Teresia May/Antara
Selama ini kawasan Jalan Asia Afrika merupakan pusat kuliner malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 atau INASGOC bakal menertibkan pedagang sate yang berada di sepanjang Jalan Asia Afrika selama pelaksanaan kejuaraan empat tahunan tersebut. Keberadaan para pedagang sate ini dinilai mengganggu lalu lintas.

"Pedagang di Asia Afrika nantinya tidak boleh lagi. Di situ clear area," kata Direktur Transportasi INASGOC Ipung Purnomo di Main Press Center (MPC) Jakarta, Senin (12/2).

Menurut dia, selama ini Jalan Asia Afrika merupakan pusat kuliner malam terutama makanan sate taichan. Bahkan dampak dari ramainya pedagang dan pembeli membuat penyempitan badan jalan yang berdampak pada kemacetan di kompleks Gelora Bung Karno.

Kemacetan di Jalan Asia Afrika terlihat jelas saat turnamen uji coba Asian Games 2018 yang saat ini berlangsung. Apalagi seputar jalan tersebut ada dua-tiga lokasi pertandingan, yaitu bola basket, bola voli, dan atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Nanti tidak hanya di Jalan Asia Afrika saja yang disterilkan. Pedagang di areal stadion utama juga akan ditertibkan selama pelaksanaan Asian Games 2018," kata Ipung.

Demi kelancaran lalu lintas terutama di sekitar Gelora Bung Karno, kata Ipung, nantinya ada penutupan ruas jalan, yaitu Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda hingga jalur lambat jalan Jenderal Sudirman (sesuai dengan kebutuhan).

Tidak hanya itu, INASGOC juga memikirkan kantong parkir bagi penonton yang akan menyaksikan pertandingan Asian Games 2018. Ada beberapa titik yang telah disiapkan yaitu komplek SCBC, mall-mall yang berada di kompleks GBK hingga lokasi perkantoran.

"Kami juga minta ijin untuk menggunakan parkir DPR khusus untuk akhir pekan. Nantinya, penonton akan diangkut dengan shuttle. Itupun kalau aturan membolehkan. Jika tidak penonton akan jalan kaki," kata Ipung.

Untuk mendukung kelancaran juga siapkan sekitar 600 bus yang akan berkeliling sesuai dengan rute yang ditetapkan baik untuk penonton maupun atlet. Khusus untuk test event hanya sekitar 70 bus yang disediakan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES