Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Curah Hujan Jakarta Kecil, Sekda: Tertolong Kehendak Tuhan

Kamis 08 Februari 2018 08:00 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan ke wilayah yang terkena banjir di Gang Arus, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/2).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan ke wilayah yang terkena banjir di Gang Arus, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Pemprov DKI menegaskan warga di bantaran kali harus dipindah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pengelolaan air dari Bogor yang menyebabkan Ibu Kota banjir di beberapa wilayah tertolong kehendak Tuhan. Saat debit air besar dan dinyatakan Siaga I, curah hujan di Jakarta relatif kecil.

"Kita tertolong kehendak Tuhan ya. Kemarin Jakarta curah hujan lokalnya kecil dan lautnya tidak tinggi pasangnya. Jadi kita tertolong luar biasa sehingga hampir kita pastikan kita dapat kelola air yang begitu banyak dari tetangga Bogor dengan baik di Jakarta," kata dia di Balai Kota, Rabu (7/2).

Saefullah menilai, solusi jangka panjang penanganan banjir yang terjadi di Ibu Kota adalah menormalisasi Kali Ciliwung. Semua rumah yang ada di bantaran kali harus dipindahkan agar tidak mengganggu jalannya air.

Infografis: Jakarta Banjir Lagi dan Lagi.

"Jangka panjangnya, Ciliwung ini bantarannya mesti bebas dari rumah-rumah, bangunan liar itu pasti ya (dipindah). Saya rasa nggak bisa ditawar itu," kata dia.

Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung sudah terhitung terlambat. Harusnya, kata dia, kali itu idealnya seperti banjir kanal timur (BKT) saat ini.

Dia berharap di tahun ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) terus menjalankan pengerjaan sheet pile atau dinding turap. Pemprov, kata dia, bertugas menyiapkan lahan alias pembebasan.

"Jadi ada aliran tengahnya, ada bantarannya ada sheet pile-nya, ada inspeksi itu. Jadi dua hingga lima tahun lalu (Kali) Pesanggrahan itu lebih dahsyat dari Ciliwung. Tapi kali ini Ciliwung lebih dahsyat dari Pesanggrahan," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES