Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Anies: Kami tak Bisa 'Sekonyong-konyong' Ganti Nama Jalan

Rabu 31 Jan 2018 17:01 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Endro Yuwanto

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Tata cara penggantian nama jalan tidak sederhana dan memiliki banyak konsekuensi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penggantian nama jalan butuh proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara gegabah. Ia menegaskan, pengubahan terusan Jalan Rasuna Said hingga perbatasan Jalan TB Simatupang menjadi Jalan Abdul Haris Nasution baru sebatas wacana.

"Kami tidak akan sekonyong-konyong mengganti nama dengan gegabah, akan sangat hati-hati," kata Anies di Balai Kota, Rabu (31/1).

Secara pribadi Anies menilai, nama Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution perlu diabadikan menjadi sebuah jalan. Namun, kata dia, soal eksekusi di mana akan diterapkan harus mempertimbangkan berbagai faktor. Anies mengaku tak ingin menghilangkan aspek kesejarahan dan kebudayaan dalam setiap nama jalan di ibu kota.

Anies mengatakan, dalam Pergub Nomor 28 Tahun 2009 terkait pedoman penetapan nama jalan tidak mengatur pelibatan pihak-pihak yang dinilai dibutuhkan dalam penentuan nama jalan. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menginginkan banyak pihak terlibat dalam penggantian nama jalan, mulai dari sejarawan hingga budayawan.

Menurut Anies,Pertama, kata dia, konsekuensi tentang aspek kebudayaan, aspek sejarah dan aspek administratif. "Jadi jangan buru-buru berkesimpulan itu akan dilaksanakan, di titik yang sekarang jangan buru-buru. Bahwa itu ada usulan memang iya, tapi prosesnya masih panjang," ujar dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, usulan perubahan nama jalan tersebut berasal dari Ikatan Keluarga Nasution. Usulan itu, kata dia, datang resmi dari Dewan Pimpinan Keluarga Nasution dan meminta wali kota Jakarta Selatan untuk mengkaji usulan tersebut.

Keputusan terkait penggantian nama, kata Tri, akan diputuskan di tingkat provinsi melalui rapat kerja. Jalan yang diusulkan berubah nama yakni dari Jalan Terusan HR Rasuna Said (perempatan Kuningan), Mampang, Warung Buncit, sampai perbatasan Jalan TB Simatupang. "Persis dari Kuningan Gatsu ke arah selatan, sampai ke Ragunan," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA