Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Pelarangan Iklan Rokok tak Turunkan PAD Bogor

Senin 29 January 2018 19:55 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah siswa dan guru SMP 1 Bojong Gede menurunkan reklame tentang rokok (ilustrasi)

Sejumlah siswa dan guru SMP 1 Bojong Gede menurunkan reklame tentang rokok (ilustrasi)

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
PAD Kota Bogor tidak pernah turun dari tahun ke tahun, bahkan justru meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok tidak membuat pendapatan asli daerah (PAD) kota tersebut mengalami penurunan. "PAD Kota Bogor tidak pernah turun dari tahun ke tahun. PAD Kota Bogor bahkan meningkat," kata Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Kota Bogor Heryaningsih Eko Setiawati dalam sebuah lokakarya di Jakarta, Senin (29/1).

Heryaningsih mengatakan pada 2009, ketika pelarangan reklame rokok resmi diberlakukan, PAD Kota Bogor berjumlah Rp 115 miliar. Pada 2010, PAD Kota Bogor meningkat menjadi Rp 125 miliar. "Pada 2016, PAD Kota Bogor malah meningkat pesat menjadi Rp 784 miliar," ujarnya.

Menurut Heryaningsih, saat pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok diberlakukan memang terjadi penurunan pajak reklame. Kebijakan tersebut, membuat Kota Bogor berpotensi kehilangan pendapatan Rp 4 miliar.

Karena itu, Pemerintah Kota Bogor menurunkan target pajak reklame pada 2010. Ternyata potensi dan realisasi pajak reklame di kota tersebut secara keseluruhan masih baik. "Akhirnya, kami meningkatkan kembali target pajak reklame pada 2011," tuturnya.

Heryaningsih Eko Setiawati menjadi pembicara salah satu sesi dalam Lokakarya "Menuju Kabupaten-Kota Layak Anak Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok" yang diselenggarakan Yayasan Lentera Anak. Lokarya tersebut diikuti kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari 15 kabupaten dan kota.

Selain Heryaningsih, pembicara lain pada sesi tersebut adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakarat (DP3APM) Kota Surakarta dan anggota Tim Independen Penilai Kabupaten-Kota Layak Anak Hamid Pattilama.

Lokakarya tersebut juga meluncurkan buku hasil pemantauan iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kota yang dilakukan 170 anak anggota Forum Anak di 10 kabupaten dan kota. Menurut hasil pemantauan, terdapat 2.868 iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kabupaten dan kota yaitu Bandar Lampung, Batu, Banjarmasin, Bekasi, Kupang, Mataram, Pasaman Barat, Pekanbaru, Semarang dan Tangerang Selatan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA