Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Pengawal Prabowo Tewas Ditembak, Ini Kronologinya

Ahad 21 January 2018 10:04 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andri Saubani

Penembakan  (ilustrasi)

Penembakan (ilustrasi)

Foto: Reuters/Joshua Lott
Fernando Alan Joshua Wowor adalah kader Partai Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kasus penembakan di parkiran Lipps Club Bogor, Sukasari, Bogor Timur pada Sabtu dini hari (20/1) terus bergulir. Kejadian ini menewaskan kader Partai Gerindra yang juga pengawal Prabowo Subianto, Fernando Alan Joshua Wowor.

Dikutip dari rilis yang disampaikan Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, saat kejadian, Fernando tengah bersama salah seorang teman bernama Rio Endika Putra Pradana dan Arif Rochmawan. "Pukul 02.00 itu, posisinya, mereka mau makan ke Dunkin Donuts," ucapnya ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Ahad (21/1) pagi.

Karena parkiran restoran yang penuh, Fernando dan Arif diarahkan tukang parkir Lipps untuk parkir di depan ruko-ruko. Menurut si tukang parkir, kebetulan ada area kosong yang cukup menampung mobilnya.

Tapi, ketika mobil tengah diparkirkan, seorang laki-laki muda mengadang sambil mengendarai motor gede bermerek BMW warna abu-abu. Dia memainkan gas motor seperti tengah di acara konvoi yang dilanjutkan dengan berteriak. "Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?" tutur lelaki itu, kata Habiburokhman.

Ingin memberikan pengertian, Arif segera turun dari mobil. Ia menyarankan agar motor gede itu parkir di sebelah kiri mobil karena area yang masih lebar. Tapi, sang lelaki dengan motor gede itu justru naik pitam, mencabut pistol dan mengarahkan moncongnya ke kaca depan mobil.

Karena kondisi yang tidak kondusif, Rio turun dari mobil, berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi, bukannya mereda, perkelahian semakin menjadi. Pistol pun diarahkan ke kepala Arif. "Saya pegang tangannya (lelaki yang membawa pistol) sembari berusaha kasih pengertian lagi," ucap Rio, seperti ditirukan Habiburokhman.

Kondisi semakin panas dan moncong pistol digetok ke kepala Arif. Merasa cemas dan khawatir guna menghindari hal berbahaya, spontan Rio meraih senjata itu dibantu dengan Fernando yang juga baru turun dari mobil. Mereka melakukan pertahanan diri, berusaha merebut pistol dengan bantuan Fernando yang memiting leher pelaku sampai jatuh dari motor gedenya.

Di tengah alotnya perebutan pistol, Rio menambahkan, warga sekitar ikut memukul pembawa pistol ini dan suasana sudah kacau. "Tiba-tiba, di saat saya fokus, ada orang tarik muka saya dari belakang sekaligus mencakar pipi saya. Akhirnya lepas lah saya dari usaha merebut pistol tadi dengan spontan saya balik badan," ucap Rio.

Tiba-tiba, terdengar suara tembakan dan Rio melihat Fernando tumbang. Terkejut, Rio tangkap lagi pistol si pelaku dengan agak memaksa ibu jarinya tekan tombol pelepas magazine hingga jatuh ke tanah. Penembak pun dipukul oleh warga sekitar yang Rio sendiri tidak ketahui siapa saja.

Melihat bahwa peluru itu asli, Rio panik dan segera teriak-teriak minta pertolongan untuk mengangkat jasad Fernando ke mobil dan dibawa ke RS Vania. Jasad Fernando kemudian dibawa menuju rumah sakit terdekat.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES