Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sandiaga: Ada 60 Ribu Pekerjaan Baru Sektor Properti

Kamis 18 Jan 2018 15:04 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, akan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Di mana dari sektor properti menurutnya akan ada 50 ribu sampai 60 ribu lapangan kerja baru.

"Target kami dari sektor properti saja ada 50 ribu - 60 ribu lapangan kerja baru yang berkualitas yang bisa hadir di DKI Jakarta. Jadi, saya terima kasih dukungannya karena awal-awal banyak yang skeptikal, banyak yang sangsi bahwa kami bisa mendorong program Rumah DP Rp 0," kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Saat ini, pihaknya sedang mematangkan konsepnya dan berkoordinasi juga dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Sandiaga mengatakan tidak ingin menyalahi aturan.

"Tapi secara fisik, kami sudah percaya, sehingga groundbreaking pembangunan rumah DP Rp 0 sudah dilakukan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1). Dan begitu skemanya jadi, kita akan langsung mulai luncurkan," kata Sandiaga.

Dia juga sangat menyambut inisiatif Real Estate Indonesia (REI), membuat rekomendasi cetak biru untuk pembangunan perumahan Jakarta. Ia mengatakan juga akan mengajak REI Jakarta untuk aktif dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Salah satu dari konsep pasangan Anies - Sandi adalah membahagiakan warga. Jadi, maju kotanya dan bahagia warganya, katanya. Menurutnya perlu hunian yang humanis, berarti lokasinya tidak terlalu jauh, kedua prasarananya memadai, akses transportasi dan tersedia akses untuk mendukung.

"Makanya kita bungkus semuanya dalam Transit Oriented Development (TOD). Jadi ke depan nanti akan ada TOD, kita akan mendorong para pengusaha," kata Sandiaga.

Dia mengharapkan dengan pembangun rumah dengan DP Rp 0 dalam lima tahun di Jakarta akan terjadi pengurangan secara signifikan dari 'backlock' perumahan yang diinginkan oleh warga DKI yang mencapai 300 ribu.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES