Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Bunga Pinjaman Modal OK-OCE 13 Persen, Apa Kata Sandiaga?

Rabu 10 January 2018 19:43 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Program One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK-OCE) kembali dikritik. Kali ini kritik itu datang dari Anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim uang mengatakan tingkat suku bunga OK OCE terlalu tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa tingkat suku bunga OK-OCE ditentukan dengan skema business-to-business (B2B). Adapun besaran 13 persen itu merupakan penawaran yang diberikan oleh Bank DKI.

"Mengenai tingkat suku bunga itu B2B karena kita hanya memfasilitasi," kata Sandiaga di Balai Kota, Selasa (9/1).

Sandiaga mengaku ada beberapa institusi perbankan dan pembiayaan yang mampu memberikan bunga lebih rendah dari 13 persen. Nantinya, peserta OK-OCE diharapkan dapat melihat sendiri layanan keuangan mana yang lebih kompetitif.

"Jadi, itu nanti siapa yang akan lebih kompetitif, yang memiliki daya saing, pasti akan lebih diminati oleh para pengusaha dan peserta OK OCE," kata dia.

Kendati demikian, Sandiaga mengklaim para pengusaha kecil justru bersyukur dengan besaran suku bunga yang diberikan. Pasalnya, saat ini mereka masih harus membayar pinjaman dengan bunga 25-30 persen per bulan.

"Yang dirasakan oleh pengusaha kecil ini malah Alhamdulillah banget. Karena sampai saat mereka bisa membayar (bunga) 25-30 persen per bulan," ujar Sandiaga di Balai Kota, Rabu (10/1).

Ia mengakui saat ini, Bank DKI memang belum berkonsentrasi di bidang usaha kecil. Namun, Dirut Bank DKI telah menyatakan akan memperbaiki sistem kredit perusahaan mengingat bisnisnya di bidang kredit mikro bertumbuh dengan sangat pesat.

"Kita akan melihat akses yang diberikan oleh Bank DKI untuk permodalan akan semakin meningkat secara pesat di tahun-tahun mendatang," kata Sandiaga.

Sebelumnya, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mengatakan, bunga yang ditetapkan untuk pinjaman modal peserta OK OCE terlalu tinggi. Angka itu lebih tinggi daripada saran DPRD sebelumnya yang menunjuk bank-bank lain yang angka bunganya tidak sampai 10 persen.

"Lebih murah bunga yang saya berikan dari Bank Artha Graha 7 persen ketimbang ke Bank DKI 13 persen. Angka 13 persen, saya sudah tanya langsung ke Bank DKI" ucap Afni di Ruang Rapat Komisi B, Gedung DPRD DKI, Selasa(9/1)

Afni mengaku telah datang ke beberapa pelatihan OK-OCE. Ia sempat menanyakan pendapat warga tentang permodalan, khususnya pada pedagang kecil. Mereka mengatakan tak sanggup menjalankan bisnis dengan bunga 13 persen.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi menyampaikan Pemprov DKI Jakarta tidak hanya akan bekerja sama dengan Bank DKI. Ia akan menggandeng kemitraan dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kementerian Koperasi, dan UKM RI. Lembaga ini dapat memberikan bunga yang lebih rendah dari bank dan prosedur yang lebih mudah.

"LPDB Kementerian Koperasi itu bungannya lebih di bawah dari bank dan prosedurnya lebih gampang," ucap Irwandi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES