Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Dijarah Geng Motor, Pemilik Toko Pakaian Rugi Rp 13 Juta

Rabu 27 Des 2017 05:10 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Bayu Hermawan

Kondisi terkini Toko Pakaian Fernando yang dijarah geng motor bernama Geng Jepang, kerugian ditaksir mencapai Rp 13 juta, Selasa (26/12).

Kondisi terkini Toko Pakaian Fernando yang dijarah geng motor bernama Geng Jepang, kerugian ditaksir mencapai Rp 13 juta, Selasa (26/12).

Foto: Republika/Rahma Sulistya

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Puluhan anggota geng motor Jepang (Jembatan Mampang) menjarah sebuah toko pakaian di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok Jawa Barat, pada Ahad (24/12) lalu. Chandra (27), pemilik toko pakaian, mengatakan kerugian yang dideritanya akibat aksi geng motor tersebut mencapai sekitar 14 juta rupiah.

"Kerugian sendiri sih belum begitu saya ketahui banget, belum ditotalin. Tapi secara rincian seinget saya, dengan hitungan sekelibat saja, kurang lebih Rp 13-14 jutaan," ujar Chandra saat ditemui Republika.co.id, Selasa (26/12).

Chandra mengatakan, hal tersebut baru hitung-hitungan dengan harga modal, bukan dengan harga jual. Karena barang yang dijarah itu ada celana panjang antara 9 -10 lusin yang diambil, belum lagi celana pendek, jaket, kaos, dan lainnya. Geng motor yang menamakan diri mereka Geng Jepang itu, bukan hanya mengambil satu jenis barang saja.

"Tapi mereka (geng motor) enggak sempat masuk ke dalam, hanya sampai sini saja (mengambil barang yang ada di teras). Ya masih mending barang saya hilang, walaupun rugi. Kalau nyawa gimana, mau beli dimana," ujar Chandra mensyukuri keselamatan tiga pegawainya yang saat kejadian sedang berjaga malam.

Chandra menegaskan, toko pakaiannya, bukanlah satu-satunya tempat yang jadi korban penjarahan geng motor pada malam itu. Pasalnya, ketika melancarkan aksinya, para anggota yang dibonceng itu, membawa kardus-kardus berisi snack dan bungkusan makanan.

"Sebelum ke tempat saya, mungkin mereka sudah menjarah tempat lain. Karena sebelum ngejarah saya, saya dengar juga ada tukang martabak yang gerobaknya diacak-acak, itu pun enggak jauh dari Pospol (Pos Polisi)," ungkapnya.

Penasaran dengan geng motor itu, Chandra menyebutkan bahwa Geng Jepang memang sering tawuran, tetapi bukan di wilayah Depok II, melainkan di wilayah Depok bagian lainnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah geng motor melakukan penjarahan terhadap beberapa toko yang ada di sepanjang Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi pada Ahad (24/12) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kepolisian telah mengamankan 24 orang yang diduga sebagai pelaku di dua lokasi penangkapan, pertama 17 orang di kontrakan wilayah Pitara, Depok, dan sembilan lainnya di bengkel wilayah Mampang, Depok, para pelaku ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB di hari yang sama.

Namun menurut keterangan kakak kandung Chandra, Lubay (32), jumlah pelaku bukan 24 orang, melainkan 24 motor dan berisi tiga orang dan berarti total yang menjarah toko pakaian itu berjumlah 72 orang. Sementara, kepolisian menyebutkan telah menangkap 26 orang dimana 18 orang itu tidak terlibat, yang artinya 18 orang itu merupakan anggota geng motor juga.

Dari keterangan tersebut, bisa disimpulkan anggota geng motor Depok yang menamakan diri mereka Geng Jepang itu, beranggotakan 90 orang, ditambah lagi dengan anggota lain yang belum terdeteksi keberadaannya. Lubay juga menyebutkan, saat melancarkan aksinya, mereka membawa senjata tajam berupa celurit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA