Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Polres Jaksel Amankan 25 Preman dan Tiga Pelaku Curanmor

Sabtu 09 December 2017 00:07 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Andri Saubani

Preman diringkus polisi (ilustrasi)

Preman diringkus polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan setidaknya 25 preman yang berada dalam lingkup wilayah Jakarta Selatan. Tidak hanya itu, tiga pelaku curanmor pun juga berhasil diamankan dan diancam dengan hukuman tujuh tahun penjara.

"Berhasil diamankan di wilayah Tebet tindak pidana 363 KUHP pencurian di mana waktu itu kejadiannya di Indomaret. Adapun, hari ini kita berhasil amankan premanisme di wilayah Jaksel ada 25 orang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (8/12).

Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti (barbuk) berupa linggis, untuk mencongkel pintu rolling door dan mengambil sejumlah uang dan barang-barang dalam Indomaret Tebet, pelaku berinisial MM (23). Polsek juga mengamankan pelaku pembobol Indomaret Kebon Baru yang menggunakan sajam dan tang, pelaku berinisial AH (36).

Kemudian dari Mampang Prapatan, polisi berhasil mengamankan pelaku curanmor. Barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor juga kunci untuk digunakan dalam aksinya. Tersangka berinisial DS (22). "Adapun seluruh tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Untuk 26 preman, nanti kita koordinasi dengan Depsos untuk pembinaan," papar Bismo.

Bosmo menerangkan, para preman yang diamankan melakukan kegiatan parkir liar di tempat-tempat yang informasinya dari masyarakat, sudah sangat meresahkan. Selain itu, di antara mereka yang diamankan juga ada pengamen-pengamen yang memaksa agar diberi uang ketika sedang mengamen.

Dari 26 orang preman yang diamankan, ada yang masih berusia 11 tahun dan 13 tahun. Kebanyakan mereka biasa mengamen di wilayah Blok M. "Ini bagian dari cipta kondisi bahwa kalau kita amankan dari premanisme maka kita bisa fokus untuk tangani kasus yang lebih besar. Lebih beri rasa aman bagi masyarakat," kata Bismo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA