Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Izinkan Delman di Monas, Sandiaga Minta Syarat Ini Dipenuhi

Senin 20 Nov 2017 18:25 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya

Seorang kusir delman nampak menunggu calon penumpang yang akan menggunakan jasa delmannya untuk berkeliling di kisaran bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Ahad (2/7).

Seorang kusir delman nampak menunggu calon penumpang yang akan menggunakan jasa delmannya untuk berkeliling di kisaran bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Ahad (2/7).

Foto: Republika/Darmawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mengajak dinas-dinas terkait untuk memperhatikan kondisi kuda-kuda yang menarik delman di sekitar Area Monumen Nasional (Monas). Ini menanggapi permintaan sejumlah pengemudi delman yang meminta diizinkan beroperasi, sekaligus laporan dari pencinta hewan tentang kuda-kuda yang mati karena kelelahan bekerja.

"Tadi saya baru dapat (informasi) di Instagram dari dokter-dokter itu bahwa delman-delman kuda-kuda yang kemarin mati itu, patah kakinya trus disuntik mati. kuda-kudanya ada yang tidak dalam kondisi sehat," kata Sandiaga di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/11).

Ia mengatakan akan mengajak Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, dan UPT Monas untuk menata delman-delman yang akan kembali beroperasi. Ia juga ingin memastikan tidak ada penyiksaan kepada kuda-kuda.

Ia menjelaskan, larangan mengemudi delman di masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dilakukan karena adanya laporan tentang kuda-kuda yang sakit dan mati. Laporan para dokter juga menyoroti hal tersebut. Sementara, bagi para pengemudi delman, ini merupakan lapangan kerja dan mata pencaharian.

Oleh karena itu, pengemudi delman masih bisa beroperasi. Mereka dapat ditata untuk menjadi atraksi pariwisata di kawasan Monas. Selain dipercantik, aspek keselamatan dan kesehatan harus diperhatikan. Oleh karena itu, akan dilakukan penyuluhan untuk para kusir yang akan beroperasi.

"Harus dong. Ya harus diperhatikan," kata dia.

Sebelumnya, beberapa kusir delman yang biasa beroperasi di sekitar Monumen Nasional (Monas) mengadu ke Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (20/11). Mereka meminta kembali diizinkan beroperasi setelah beberapa hari berhenti.

"Jadi kemarin kita sudah hampir 10 hari tidak bisa beroperasi di Monas, Pak, dikarenakan belum ada izin," kata Yudi, dari Persatuan Delman Betawi Jakarta saat mengadu ke Sandi.

Yudi mengatakan, kedatangan kusir delman sekaligus menagih janji Sandi ketika kampanye Pilkada DKI 2017. Ia mengaku, ketika Jokowi menjadi gubernur, delman masih diperbolehkan beroperasi di Monas. Namun, kata dia, ketika Ahok memimpin DKI, delman hanya boleh beroperasi di sekitarnya.

"Moto kami kan ada Monas ada delman, bahkan itu adalah daya tarik para wisatawan DKI," ujar dia.

Hari ini, para aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melalui akun Facebook-nya menyampaikan kritik kepada Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno terkait matinya seekor kuda karena kelelahan bekerja di sekitar Monas. Ini merupakan kasus ketiga dalam bulan November 2017.

"Kami mencoba melakukan yang terbaik... Jiwa yang indah ini tak terselamatkan. Dia bekerja selama bertahun-tahun di jalanan Jakarta yang sibuk," tulis admin akun Facebook JAAN.

Dengan memperlihatkan beberapa foto kuda yang sakit dan akhirnya mati, JAAN mengkritik ide Anies untuk memperbolehkan kembali delman beroperasi di sekitar Monas sebagai gagasan yang buruk. Kuda-kuda itu tidak diperlakukan dengan baik dan dipaksa bekerja hingga mati.

"Ini kejam dan tidak perlu!" ujar JAAN.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA