Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

'Apa Salahnya Debora Ditolong?'

Senin 11 Sep 2017 13:06 WIB

Rep: Febrianto Adi/ Red: Indira Rezkisari

Rumah mendiang debora.

Rumah mendiang debora.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Nenek Debora, Tiomenar Situmeang (69 tahun), merasa terpukul dengan kematian cucunya, Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) yang nyawanya tidak tertolong pada Ahad (3/9) lalu di RS Mitra Keluarga. Dengan suara perlahan sang nenek meluapkan perasaannya di hadapan wartawan.

"Duh hancur, enggak tenang. Sudah sering kugendong-gendong," kata nenek dua anak tersebut kepada Republika.co.id, Senin (11/9).

Ia menyesalkan sikap rumah sakit yang tidak bisa menolong cucu kesayangannya tersebut. "Enggak ada penyesalan gitu kalau ditolong, ini kan enggak bisa ditolong (karena kurang biaya). Apa boleh buat? Pikiran kacau jadinya," ujar nenek keturunan Batak tersebut.

Meskipun begitu, Tiomenar tidak merasa kecewa dengan pihak rumah sakit. "Enggak, saya enggak kecewa. Mana tahu sudah waktunya. Yang saya sesalkan, apa salahnya ditolong? Mana tahu kan hidup.  Umpamanya meninggal kita pasrah," ucap nenek Debora tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA