Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Ini Wilayah di Kota Depok yang Kerap Dilanda Banjir

Senin 27 Feb 2017 01:20 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Bayu Hermawan

Banjir merendam puluhan rumah di perumahan Taman Duta, Cimanggis, Depok, Selasa (23/2) malam. (foto : MgROL_54)

Banjir merendam puluhan rumah di perumahan Taman Duta, Cimanggis, Depok, Selasa (23/2) malam. (foto : MgROL_54)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Hujan instensitas sedang hingga deras yang terus mengguyur Kota Depok belakangan ini menyebabkan sejumlah titik dilanda banjir. Beberapa titik yang kerap menjadi langganan banjir yakni di Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta, Cimanggis, Perumahan Permata Depok Sektor Nilam dan Jalan di Kampung Utan Cipayung, di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) Beji, Depok dan kawasan SMPN 13 Limo, Depok.

Banjir paling parah kerap terjadi di Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta, Cimanggis yang memang telah sejak lama jadi langganan banjir bila musim hujan tiba. Salah satu warga Perumahan Taman Duta, Rina Ginting mengatakan banjir kali ini lumayan parah.

"Banjirnya lumayan parah, ketingian banjir bervariasi dari 15 cm hingga satu meter," ujar Rina, Ahad (26/2).

Menurut Rina, hujan yang cukup deras yang terjadi pada Sabtu (25/2) sore hingga malam sebabkan Kali Laya dan Kali Sugutamu yang melintasi meluap sehingga menimbulkan banjir yang cukup parah.

"Banjir dengan aliran air yang cukup deras seperti sebuah sungai. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian rata-rata hampir satu meter. Padahal sudah dibuatkan tembok atau turap tetap saja banjir terjadi. Ini sudah terjadi lebih dari 15 tahun," jelas Rina.

Banjir yang kerap terjadi juga terjadi Jalan Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung. Banjir dengan ketinggian sedada orang dewasa itu membuat aktivitas jalan lumpuh total.

"Ini banjir kali kedua dalam tiga hari terakhir. Banjir setinggi 50 cm akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga meluapnya air dari Kali Pelayangan," terang seorang warga, Suryansyah.

Langganan banjir saat musim hujan juga kerap terjadi di Jalan Raya Arif Rahman Hakim (ARH) dekat fly over yang merupakan jalan penghubung utama di Kota Depok. Paling parah banjir yang terjadi di Jalan ARH itu pada Sabtu (25/2) sejak sore hari yang ketinggiannya mencapai 60 cm atau setinggi paha orang dewasa, hal itu menyebabkan jalan yang cukup padat lalulintas ini lumpuh total selama empat jam.

Dampaknya kemacetan mengular terjadi dimana-mana terutama di Jalan Margonda dan Jalan Nusantara, karena Jalan ARH merupakan jalan penghubung kedua jalan tersebut. "Saya terjebak macet selama empat jam," kata Rizal seorang warga Beji yang terjebak macet di Jalan ARH.

Lurah Cisalak, Cimanggis, Wiyana mengutarkan memang Perumahan Bukit Cengkeh dan Perumahan Taman Duta memang agak rendah yang selalu dilanda banjir. Untuk itu, pihaknya sudah mengsulkan penyodetan Kali Laya menuju Kali Baru maupun Kali Sugutamu ke Setu Pengarengan.

"Saat ini kondisi Kali Laya hanya memiliki lebar dua meter dengan kedalaman 1,5 meter jelas tak mampu menampung debit air sehingga kawasan Taman Duta selalu kebanjiran," ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Pemkot Depok Manto, menegaskan penyodetan Kali Laya, Kali Sugutamu, Kali Baru maupun Setu Pengarengan tentunya akan dilakukan sejalan dengan pembangunan proyek Jalan Tol Cijago. "Sebelah kanan dan kiri jalan tol akan ada saluran air yang mengarah ke Kali Ciliwung nantinya," jelas Manto, saat dikonfirmasi, Ahad (26/2).

Pihaknya, lanjut Manto, telah menerjunkan 120 Satuan Tugas (Satgas) Banjir untuk menangani banjir di beberapa titik lokasi langganan banjir tersebut. "Saat ini petugas Satgas Banjir ada 120 orang dan per kecamatan ada 10 orang," jelasnya.

Manto mengaku tenaga untuk Satgas Banjir di Kota Depok masih kurang karena keterbatasan anggaran. "Idealnya Satgas Banjir itu ada 650 orang disesuaikan dengan kondisi wilayah, namun saat ini baru ada 120 anggota Satgas Banjir yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Depok," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA