Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Sampah Menggunung di Alun-Alun, Wali Kota Tegur Dinas BPLH

Ahad 24 April 2016 16:41 WIB

Rep: c38/ Red: Ani Nursalikah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Wali Kota Bekasi Kota Bekasi Rahmat Effendi melayangkan teguran kepada pengelola Alun-Alun Kota Bekasi dan Dinas Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Rahmat mendapati sampah berserakan dan merusak pemandangan di depan Masjid Agung Al Barkah Jalan Veteran, Bekasi Selatan.

Teguran itu muncul saat Rahmat melewati lokasi dalam perjalanan menuju RSUD Kota Bekasi, Ahad (24/4). Dia turun dari mobil dinasnya karena melihat sampah yang berserakan dan merusak pemandangan di depan Masjid Agung Al Barkah.

Rahmat kemudian menelepon Kepala Dinas BPLH Kota Bekasi, Sopandi Budiman untuk segera meluncur ke arah Alun-Alun Kota Bekasi. Dia meminta Dinas BPLH sebagai penanggung jawab hutan kota berkoordinasi dengan SKPD terkait.

"Kalau di sana ada kuliner, dikoordinasikan dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata, parkir dengan Dinas Perhubungan, dan keamanan dengan Satpol. Jadi terintegrasi," kata Rahmat kepada Republika.co.id, Ahad (24/4).

Menurut Rahmat, menggunungnya sampah di seputaran Alun-Alun Kota Bekasi tersebut disebabkan aktivitas wisata kuliner pada malam hari. Setiap malam, ada wisata kuliner malam yang digelar di alun-alun, namun pengelola tidak memperhatikan sampah yang berserakan di area tersebut. Jumlah petugas kebersihan atau tukang sapu yang membersihkan lokasi sisa-sisa sampah di area tersebut juga minim.

Rahmat juga menegur pengelola area Taman Alun Alun untuk segera mengelola dan bekerja sesuai arahan. Sebab, pada saat bersamaan, ia melihat di dalam taman tersebut ada bungkusan besar berupa kereta odong-odong.

Kereta tersebut dititipkan oleh pedagang di sana. Rahmat meminta pengelola agar mengangkat dan mengeluarkan kereta odong-odong tersebut saat itu juga. Pedagang tidak berhak menitipkan barang di lokasi tersebut.

Menanggapi teguran tersebut, Sopandi berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan guna menindaklanjuti penanganan sampah di alun alun. Ia mengakui pengelolaan PKL di kawasan wisata kuliner tersebut belum maksimal.

"Nanti akan dibuatkan pola kerja sama dengan para pedagang yang berada di alun-alun termasuk melibatkan Dispera terkait pembinaan PKL," ucap Sopandi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES