Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Empat Desa Bekasi Langganan Kesulitan Air Bersih Tiap Kemarau

Senin 27 Jul 2015 13:09 WIB

Rep: c39/ Red: Karta Raharja Ucu

Salah satu kawasan yang dilanda kekeringan (ilustrasi).

Salah satu kawasan yang dilanda kekeringan (ilustrasi).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang/ca

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Empat desa di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan. Keempat desa yang berada di  Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, yakni Desa Cibarusah Kota, Desa Sirna Jati, Desa Ridho Manah, dan Desa Ridho Galih.

Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, warga Cibarusah kini kembali dihadapkan dengan persoalan kekeringan tahunan. "Ini terjadi sejak 3 bulan terakhir ini, tapi kondisi terparah terjadi satu bulan terakhir pada waktu bulan puasa kemarin," kata salah satu warga Desa Ridho Galih, Hamidah (37), Senin (27/7).

Sekitar Agustus 2014, musibah serupa akibat kemarau panjang juga menimpa empat desa di Cibarusa, yakni Desa Ridho galih, Ridomanah, Sindangmulya dan Sirnajati. Saat itu, pemerintah maupun perusahaan air minum langsung memberi bantuan air kepada warga di empat desa tersebut.

Tahun ini, warga Cibarusah kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi, sehingga terpaksa melakukan aktivitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di aliran Sungai Cibeet yang semakin mengering. Saat ini air sungai yang keruh tersebut disanyalir telah tercemar limbah pabrik. "Di sungai itu biasanya warga mandi, cuci beras, dan cuci baju," kata warga lain, Jumadi (50).

Menurut Jumadi, untuk mendapatkan air bersih warga dari ke empat desa itu harus menempuh perjalanan dua sampai empat kilometer ke Kali Cimangkis. "Warga biasanya menggunakan sepeda motor ke Kali Cipamingkis," katanya.

Di Kali Cimangkis memang terdapat air bersih, tapi sudah mulai mengering dan berubah warna juga, serta menimbulkan aroma yang kurang sedap. "Karena kekeringan dan sulitnya pasokan air, kita terpaksa pakai air itu mas," ujarnya.

Kekeringan di Kecamatan Cibarusah tidak hanya menyebabkan krisis air bersih. Tetapi juga menyebabkan kekeringan di area persawahan, sehingga warga Cibarusah banyak yang mengalami gagal panen.

Jumadi berharap, pemerintah daerah segera memberikan bantuan air bersih dan dapat segera membangun saluran air bersih ke rumah-rumah warga di empat desa tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA