Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Usul Legalkan Prostitusi, Pemprov DKI Bidik Pulau Seribu

Senin 27 Apr 2015 17:34 WIB

Rep: c11/ Red: Angga Indrawan

Praktik prostitusi online marak di Kota Cilegon (ilustrasi).

Praktik prostitusi online marak di Kota Cilegon (ilustrasi).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengirim sinyal untuk melegalkan prostitusi di DKI Jakarta. Pesan itu terungkap usai gelar Rapat Pimpinan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/4). Bahkan, Pulau Seribu dibidik menjadi lokalisasi para penikmat dunia malam.  

"Ya kemungkinan di Pulau Seribu, tapi itu kan ide, nanti dilempar dulu ke masyarakat," ujar Sekda Provinsi DKI, Saefullah Yusuf, Senin (27/4).

Pemprov DKI, berdasarkan ide Gubernur Ahok, kata Saeful, juga berencana akan melakukan sertifikasi kepada sejumlah pekerja seks. Sertifikasi disebut-sebut berguna untuk memudahkan para PSK bekerja.

"Sertifikat seperti (diterapkan) di Filipina," sambungnya.

Adapun keberadaan PSK kini makin meluas, Saefullah mengungkapkan di mana ada masyarkat maka selalu ada sampah yang diibaratkan sebagai PSK. Saefullah mengatakan daripada PSK ada namun harus secar diam-diam, sebaiknya dilegalkan.

Tak ayal, rencana Pemprov DKI pun langsung menuai komentar protes. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Maksum Machfoedz mengakatakn agama sama sekali tidak memberikan cela kepada praktik prostitusi.

"Dalam agama tidak ada toleransi untuk prostitusi," ujar Maksum kepada Republika, Senin (27/4).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA