Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Warga Jakarta Utara Diminta Waspadai Kemungkinan Banjir

Jumat 14 Nov 2014 13:36 WIB

Rep: c64/ Red: Agung Sasongko

  Seorang warga menyelamatkan burung peliharaannya saat banjir yang menggenangi Kawasan Kampung Pulo gang 5, Jakarta Timur, Selasa (11/11).  (Republika/Raisan Al Farisi)

Seorang warga menyelamatkan burung peliharaannya saat banjir yang menggenangi Kawasan Kampung Pulo gang 5, Jakarta Timur, Selasa (11/11). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PRIOK -- Musim penghujan telah tiba. Masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan banjir.

Di Jakarta Utara misalnya, ada 12 titik rawan banjir. Untuk itu, suku dinas setempat telah mempersiapkan segala kemungkinan ketika banjir datang.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Aji, mengaku telah mempersiapkan bantuan sosial dalam menanggulangi banjir.  Bantuan itu antara lain berbentuk pelatihan kepada 200 tim SDM Tagana (komponen gabungan penanggulangan bencana) dan Satuan tugas sosial.

Selain itu, suku dinas juga menyiapkan peralatan dan dapur umum."Logistik dipasok dari Pemerintah Provpinsi DKI Jakarta untuk kemudian disalurkan ke warga Jakarta Utara. Bantuan logistik itu antara lain, beras, minyak, dan sarden," katanya kepada ROL, Jumat (14/11).

Dengan bantuan itu, Ika berharap, masyakarat dapat mendirikan dapur umum dengan bantuan peralatan yang diberikan.

Untuk petugas penanggulangan bencana, akan disebar di enam kecamatan dalam 12 kelurahan. Di antarannya Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Pademangan, Penjaringan, dan Cilincing. "Kalau Jakarta Utara banjirnya hampir merata berbeda dengan daerah lain yang berada pada titik2 tertentu,"ujarnya.

Ika mengungkap karakteristik kontur tanah di Jakarta Utara yang lebih menjorok ke laut sehingga hampir rata dengan ketinggian air laut. Karena itu, banjir di Jakarta Utara hanya sebentar dan cepat surut.

Meski begitu, Ika mengimbau kepada warga agar waspada. Pasalnya, cara yang paling efektif menangani banjir adalah masyarakat. Ini bisa dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah, kata dia, telah melaksanakan proyek pencegahan banjir seperti perbaikan saluran irigrasi.

"Saat ini irigasi sudah mudah dibersikan dan harapan saya paling tidak mengurangi dampak banjirnya,"kata Ika.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA