Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Pedagang Akui Monas Masih Jadi Tempat Mesum

Rabu 22 Oct 2014 18:38 WIB

Rep: C07/ Red: Bayu Hermawan

 Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Republika/ Yasin Habibi)

Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Republika/ Yasin Habibi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
<p>REPUBLIKA.CO.ID, MONAS - Pedagang di Kawasan Monas (Monumen Nasional) mengaku sering melihat perbuatan tidak senonoh yang dilakukan para pengunjung pada malam hari. Sistem jam buka hingga pukul 20.00 ternyata hanya menjadi peraturan belaka.

Jaswadi (50 Tahun), penjaga toilet umum di Kawasan Monas menuturkan, sering mendengar pengunjung yang sedang berbuat mesum di taman kota Monas. Biasanya pengunjung melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat yang gelap dan dibalik pohon yang rimbun.

"Namanya gelap jadi siapa yang bisa ngawasin," ujarnya saat ditemui di Kawasan Monas, Rabu (22/10).

Selain itu, kata dia, kuramgnya ketegasan pengelola memberlakukan jam buka Kawasan Monas salah satu penyebabnya. "Wong pintu saja dibukanya sampai malam kok," ucapnya.

Sementara Haryono (45) pedagang kaki lima di Kawasan Monas juga mengungkapkan hal yang sama. Ia sering menemui pasangan yang melakukan perbuatan tidak senonoh di sekitar Kawasan Monas. "Pernah lihat sekitar jam 10 malam di taman yang gelap," ucapnya.

Sebelumnya meskipun pengelola Monumen Nasional telah memperketat jam masuk Monas untuk menekan perbuatan mesum. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil, karena masih saja ditemukan sampah kondom di sekitar kawasan Monas.

Pada Rabu (22/10) sore, sampah kotak kondom terlihat di tumpukan sampah yang berserakan di sisi timur kawasan Monas. Kotak kondom tersebut berwarna merah dengan keterangan berisi 3 kondom. Saat dilihat isi di dalamnya, hanya tinggal satu kondom yang tersisa.

Saat ditanyakan tentang hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Monumen Nasional (Monas) Rini Hariayani sangat terkejut. Ia pun mengeluhkan kondisi sumber daya manusia yang masih kurang, sehingga tidak bisa melakukan pengawasan yang optimal.

Ia mengatakan, sumber daya yang dimilikinya sekarang masih sumber daya yang hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara belum ada sumber daya yang benar-benar fokus terhadap pemberian izin dan pengawasan penyelenggaraan acara di Monas.

"Mau diberi batasan jam kunjungan juga belum mempan kalau masih ada penyelenggaraan acara yang melebihi waktu kunjungan," ujarnya.

Seperti yang diketahui Monas memperlakukan jadwal buka yang baru pertengahan September 2014 lalu yaitu dari pukul 04.00 hingga 20.00. Tujuannya untuk mengurangi perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan saat malam sudah larut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA