Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Warga Kampung Pulo: Jokowi Belum Penuhi Janji

Kamis 09 Oct 2014 17:18 WIB

Rep: C96/ Red: Winda Destiana Putri

Jokowi

Jokowi

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA TIMUR -- Warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, menagih janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait ganti untung terkait lahan tanah di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Sebab, lahan tanah itu akan digunakan untuk normalisasi Sungai Ciliwung.

Bahrudin (49) warga Kampung Pulo RT 04/03, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara mengatakan, Jokowi belum menepati janjinya kepada warga terkait penggantian lahan. Padahal, Jokowi sudah mengundurkan diri dan segera dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2014.

Menurut Bahrudin, Presiden terpilih 2014-2019 itu sempat blusukan ke Kampung Pulo yang kerap kali terkena imbas banjir Sungai Ciliwung. Setiap datang, dia menyatakan, Jokowi selalu menyatakan akan mengganti biaya lahan.

"Bilamana Kampung Pulo direlokasi, saya akan ganti untung," kata Bahrudin menirukan ucapan Jokowi.

Bahrudin menyatakan, warga pun percaya Jokowi bakal mengeluarkan kebijakan membayar ganti untung ke warga sebesar dua kali harga tanah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku di wilayah Kampung Pulo.

Kendati demikian, Bahrudin menyatakan, tidak ada kejelasan terkait uang penggantian tersebut hingga sekarang. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merelokasi 929 keluarga di Kampung Pulo karena normalisasi harus rampung tahun ini.

Kini, Bahrudin menuturkan, warga pun bingung harus pindah ke mana kalau relokasi tetep dilakukan tanpa kejelasan uang pengganti. Sebab, menurut dia, rusunawa yang ditawarkan Pemprov DKI tidak bakal cukup untuk seluruh keluarga.

Bahrudin berharap Jokowi tidak lupa dengan janjinya meski telah menjadi presiden. Pemprov DKI juga tetap serius memperhatikan nasib mereka. Warga pun sudah melakukan dialog dengan Pemprov DKI, terutama Kelurahan Kampung Melayu. Apalagi, ada tim yang menangani nasib tanah sejak lama.

"Mudah-mudahan tim bisa berjuang," katanya.

Ia pun menegaskan, warga tetap bertahan di Kampung Pulo selama tidak ada kepastian ihwal ganti untung itu. "Kita minta penggantian dulu, baru ke rumah susun," kata dia. Harapan ganti untung itu, kata dia, lantaran rumah yang ada di Kampung Pulo adalah satu-satunya yang bisa dihuni.

Warga Kampung Pulo RT 04/03 lainnya Uming (59) menambahkan, bahwa warga meminta Pemprov DKI bisa menjamin tempat tinggal yang layak. Jika normalisasi Sungai Ciliwung dilakukan di kampungnya itu.

Sebelumnya pun, Uming sudah terkena imbas dari kegiatan normalisasi Sungai Ciliwung. Yakni warung kecil di samping kanan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara Barat tempat mencari nafkahnya itu dibongkar bersama bangunan toko-toko lainnya oleh petugas. "Sekarang nganggur," katanya mengeluh.

Pemprov DKI Jakarta kini tengah menggember pambangunan tanggul beton Sungai Ciliwung di samping Jalan Jatinegara Barat, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara. Itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah bantaran sungai.

Seperti pantauan Republika, Kamis (9/10), 30an lebih pekerja proyek tanggul itu tengah meratakan bagian kanan Sungai Ciliwung. Yakni kontur tanah di bagi menjadi tiga dasar lantai.

Kini, hanya ada 1 kobelco dan alat penancap paku bumi yang beroperasi untuk membuat tanggul beton di bantaran Sungai Ciliwung, samping Jalan Jatinegara Barat. Sebelumnya, 14 bangunan toko dibongkar dan dibebaskan oleh Pemprov DKI Jakarta. Proyek ini diketahui tengah dikerjakan oleh KSO Adhi-Jaya Konstruksi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA