Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Ahok: Saya tak Larang Pemotongan Hewan Kurban di Sekolah

Rabu 24 Sep 2014 16:40 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wagub DKI Jakarta Ahok.

Wagub DKI Jakarta Ahok.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan tidak melarang pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah. Menurutnya ada kesalahpahaman atas Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014.

"Tadi saya baru bicara sama ustadz, kalau Ahok mau benci pemotongan hewan pun saya gak bodoh banget. Kenapa mesti saya yang ngelarang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/9).

Ahok menjelaskan dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014, hanya melarang pemotongan hewan jenis unggas di kampung-kampung. Hal tersebut karena rawan penularan penyakit. Ahok pun menegaskan yang menandatangani instruksi itu adalah Jokowi bukan dirinya, sehingga salah jika ada yang mengatakan ia yang mengeluarkan larangan tersebut.

"Itu yang tanda tangan Jokowi bukan saya," ucapnya.

Ahok melanjutkan, ia tidak pernah melarang pemotongan hewan kurban di sekolah. Namun memang saat menggelar rapat ada beberapa kepala sekolah yang merasa khawatir jika anak-anak murid melihat pemotongan hewan secara langsung maka akan meninggalkan trauma.

"Bukan saya yang larang. Kepsek dalam rapat mereka khawatir anak SD lihat pemotongan. Tapi itu terserah mereka, yang buat verbal ya silakan mereka yang laksanakan. Kalau di sekolah sudah biasa silakan aja," jelasnya.

"Jadi bukan saya yang larang motong hewan kurban, mereka minta kalau bisa potong kurban jangan di SD biar anak-anak gak melihat, sama biar gak kotor," katanya.

Ahok menambahkan, meski demikian ia tetap meminta pihak yang memotong hewan kurban di sekolah bisa memastikan kesehatan hewannya. Hal itu agar tidak ada penyakit yang tersebar karena hewan ke murid-murid sekolah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA