Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

'One Day No Rice', Nur Mahmudi Jadi Wali Kota Teladan

Rabu 30 Oct 2013 17:53 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Djibril Muhammad

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail

Foto: Republika/Fachrul Ratzi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Gagasan One Day No Rice (ODNR) Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail berbuah manis. Ia berhasil menjadi wali kota teladan dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013.

Penghargaan tersebut akan diberikan secara langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXIII yang akan dilaksanakan di Lapangan TVRI, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/10) besok.

Nur Mahmudi adalah salah satu dari empat kepala daerah lainnya yang juga mendapatkan penghargaan. Empat lainnya adalah Wali Kota Payakumbuh, Wali Kota Kendari, Bupati Wonogiri, dan Bupati Maluku Tenggara.

Penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4815/Kpts/OT. 160/10/2013 tanggal 25 Oktober tentang Penerima Penghargaan Gerakan Diversifikasi Pangan daiam rangka Hari Pangan Sedunia XXXIII tahun 2013.

Penghargaan ini merupakan upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi daerah guna mempercepat diversifikasi pangan.

Menurut Nur Mahmudi, ia sendiri sama sekali tidak mengetahui tentang penilaian yang dilakukan pemerintah.

Namun, menurut dia, mungkin pemerintah menyambut positif akan ikhtiarnya melalui gerakan ODNR dan langkah-langkah strategis lainnya dalam upaya melakukan revolusi mind set masyarakat agar dapat mengurangi konsumsi beras dan terigu.

Di samping itu, gerakan ODNR juga menciptakan rasa cinta terhadap budaya makan pangan lokal nusantara.

"Apa yang saat ini dikerjakan Depok, agak berbeda dengan kebanyakan orang berbicra soal ketahanan pangan. Depok lebih menekankan merubah mindset dari konsumen yang sudah salah," papar Nur Mahmudi, Rabu (30/10).

Menurut Nur, ODNR merupakan bentuk nyata dari upaya sosialisasi dan advokasi yang dilakukan. Hal ini juga secara masif adalah tindak lanjut dari Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi dan ketahanan pangan berbasis pangan lokal.

Berbagai langkah riil yang masih terus dilakukan Wali Kota Depok antara lain berupa kerja sama dan partisipasi aktlf dengan sefuruh komponen bangsa ini dalam pengembangan pangan lokal.

Saat ini, Nur dengan dengan ODNR nya telah menjalin berbagai kerjasama dengan dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Jember.

Di samping itu, pemerintah daerah yang juga telah menjalin nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Depok seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kota Kendari, dan Provinsi Sulsel.

Tak hanya itu, institusi seperti PT PIN (Persero) Depok, Kodim 0508 Depok, PT Medifarma, dan beberapa hotel, restoran dan rumah makan yang ada di Kota Depok seperti Bumi Wiyata, Mang Kabayan, Bebek Tik Tok, Wisma Hijau, Graha Insan Cita, RM H. Thohir juga telah menjadi pionir sekaligus pelaku aktif dalam upaya mendorong ketahanan pangan yang ada di Kota Depok. Mereka secara suka rela mau ikut mensosialisasikan gerakan ODNR di tempatnya masing-masing.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES