Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Gerakan Antimiras Meluas

Senin 26 Aug 2013 15:04 WIB

Rep: amri amrullah/ Red: Damanhuri Zuhri

Minuman Keras

Minuman Keras

Foto: REUTERS

REPUBLIKA.CO.ID,

Miras menjadi penyebab dominan terjadinya tindakan kriminal.

JAKARTA  -- Gerakan yang menentang maraknya penjualan minuman keras (miras) meluas. Ketua Gerakan Nasional Antimiras Fahira Idris mengatakan, kekhawatiran mengenai keberadaan miras ini menginisiasi berkembangnya komunitas antimiras tersebut.

Berawal dari media sosial Twitter, komunitas #antimiras kemudian berkembang dengan munculnya relawan komunitas yang terus bertambah dari berbagai daerah. Komunitas ini akhirnya merealisasikan aksi nyata gerakan antimiras secara nasional.

Rencananya, 1 September 2013,  gerakan antimiras ini akan resmi diluncurkan secara nasional. Tempatnya, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Peluncuran tersebut bakal diikuti oleh ratusan relawan antimiras.

Pada Juli lalu, pendukung antimiras juga berkumpul dan sepakat mengabdikan diri sebagai relawan. “Kami telah melakukan training for trainer (TFT) untuk relawan dengan misi mengedukasi anak muda dari bahaya miras,” kata Fahira dalam halalbihalal, Ahad (25/8).

Suksesnya pertemuan relawan dan TFT relawan ini, tambah dia, membuat banyak relawan dari Twitter #antimiras dari daerah yang meminta bergabung. Mereka  meminta dilantik menjadi relawan antimiras di beberapa daerah.

“Sudah ada puluhan relawan dari 15 kota di Indonesia, seperti dari Yogya, Bandung, Surabaya dan beberapa kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” jelas Fahira. Para relawan yang ikut bergabung juga dari beragam komunitas.

Misalnya, dari komunitas Pejuang Subuh, Indonesia tanpa JIL, dan Hijabers. Banyaknya orang yang ingin bergabung menjadi relawan, kata Fahira, karena kekhawatiran di berbagai daerah semakin beraninya penjualan miras di permukiman dan tempat umum.

Di kota besar, seperti Jakarta, bahkan penjualan miras ini dijual secara terang-terangan di minimarket. “Produsen miras saat ini sepertinya sukses membuat miras menjadi gaya hidup,” kata Fahira menegaskan.

Ini maknanya, anak muda bangga minum miras sambil nongkrong di minimarket. Bahkan, kata dia, ada laporan bahwa di desa-desa Sumatra Barat yang terkenal dengan nilai keislamannya sudah dimasuki penjual-penjual miras ke pemuda di sana.

Fahira mengatakan, ada temuan lain di salah satu mal besar di Jakarta. Sebuah resto secara gamblang menawarkan menu beer for kids. Menurut dia, ini merupakan fakta mengerikan dan mengkhawatirkan bila tidak diantisipasi.

Karena itu, peran relawan antimiras untuk melakukan edukasi sangat penting. Termasuk, bagi relawan di daerah untuk memperjuangkan peraturan daerah antimiras. Dalam waktu dekat, kata Fahira, akan dilakukan pelatihan untuk kasir-kasir di minimarket.

Tujuannya, agar mereka memperketat pembelian miras dengan menunjukkan KTP, terutama bagi pembeli yang belum cukup umur. “Ini aksi nyata untuk mempersempit penjual, pemabuk, dan pembeli,” katanya.

Kepala Pusat Studi Kriminologi Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin mengatakan, angka kriminalitas yang tinggi di Indonesia akibat pengaruh alkohol. Sayangnya, itu tidak dinyatakan sebagai penyebab utama kriminalitas tersebut.

Ia mencontohkan, aksi tindakan pidana kekerasan atau pencurian. Si pelaku, mengonsumsi minuman keras. Tapi, sering kali yang dinyatakan penyebab kriminalitas bukan pada alkoholnya, melaikan motif ekonomi atau sebab lainnya.

Hal yang sama bila terjadi kecelakaan mobil. Dan, ternyata pengemudi mengonsumsi minuman keras. Tapi, fakta konsumsi alkohol ini hanya jadi pemberat kelalain pengemudi. “Ini memang karena regulasi di Indonesia belum menyatakan alkohol sebagai penyebab utama.”

Padahal, dari studi yang ia lakukan ke beberapa narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang yang paling dominan membuat mereka melakukan aksi kriminalitas karena faktor miras.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB