Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Infrastruktur Jalan di Wilayah Perbatasan Bekasi Memprihatinkan

Rabu 06 Mar 2013 20:19 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Djibril Muhammad

Kawasan Jalan Raya Pondok Gede, Bekasi, Senin,10/10 yang setiap hari pada jam-jam aktifitas tampak macet parah akibat kondisi jalan tidak baik serta volume kendaraan yang meningkat. (Republika Online/Fafa)

Kawasan Jalan Raya Pondok Gede, Bekasi, Senin,10/10 yang setiap hari pada jam-jam aktifitas tampak macet parah akibat kondisi jalan tidak baik serta volume kendaraan yang meningkat. (Republika Online/Fafa)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI SELATAN -- Kondisi infrastruktur jalan, terutama di perbatasan Kota Bekasi dengan Jakarta ataupun yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi masih memperihatinkan.

Kondisi ini jelas mengganggu arus lintas barang dan manusia yang menuju ataupun keluar Kota Bekasi. Salah satu jalan akses yang menghubungkan Kota Bekasi dan Kota Jakarta adalah Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Bekasi Barat. Namun, kondisinya rusak parah.

Kerusakan paling parah berada tepat di ujung jalan, di bawah fly over Kranji, sebelum memasuki Jalan Sudirman, Bekasi Barat. 

Jalan itu berlubang dengan kedalaman mencapai lima hingga 10 centimeter. Permukaan jalan yang tidak rata menjadi derita tersendiri bagi para warga Bekasi yang akan menuju Kota Jakarta, ataupun sebaliknya.

Buruknya sistem drainase juga memperparah kondisi jalan itu. Apabila hujan datang, genangan air langsung memenuhi lubang yang ada di jalanan tersebut. 

Ibnu (29 tahun), warga Harapan Baru, Bekasi Barat, mengungkapkan, hampir tidak ada kepedulian terhadap kondisi jalan itu. Padahal, kondisi itu sudah terjadi sejak musim penghujan akhir tahun lalu.

Menurutnya, selain karena gerusan air hujan, truk-truk besar yang kerap melintas juga turut andil dalam kerusakan tersebut. "Pokoknya setiap lewat jalan itu, warga mesti susah payah. Genangan airnya juga nggak surut-surut paling nggak butuh seminggu lebih kalau abis ujan gede," ujar Ibnu, Rabu (6/3).

Tidak hanya di daerah perbatasan Jakarta-Bekasi, infrastruktur jalan yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi juga tidak memadai. Salah satunya adalah di Jalan Terusan Karang Satria, Duren Jaya, Bekasi Timur.

Jalan itu menghubungkan wilayah Bekasi Timur dan wilayah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Namun, justru kerusakan jalan paling parah ada di wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur.

Tikno, RT 03/16 Kampung Cerewed, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, mengaku sudah mulai resah dengan kerusakan jalan yang terjadi di dekat perempatan Ganda Agung.

Di titik itu lubang jalan cukup dalam, mencapai sekitar 10 centimeter. Lubang itu pun memenuhi hinga selebar jalan tersebut. Pengguna jalan yang melintas pun mesti melambatkan laju kendaraannya. Sehingga kemacetan tidak bisa dihindari. 

"Apalagi kalo jam pulang kantor, biasanya macet sampe ke Karang Satria. Ya gara-garanya jalan yang rusak itu," katanya.

Tikno menambahkan, tidak jarang lubang di jalan itu menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor. Banyak pengendara motor yang jatuh lantaran tidak melambatkan laju kendaraannya. Selain itu, lantaran lubang yang ada di jalan itu, Tikno mengeluhkan motornya menjadi lebih sering rusak.

"Jadi mesti sering ganti comstir sama pelek mas, ini aja saya udah dua kali ganti. Kan hargaya juga gak murah," tutur penjual burung dan pakan burung tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA