Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Inilah Rapor 100 Hari Jokowi-Ahok

Rabu 23 Jan 2013 04:57 WIB

Red: Endah Hapsari

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama

Foto: Republika/Aditya Pradana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Pada Selasa (22/1), tepat 100 hari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama memimpin ibu kota. Berbagai persoalan dengan segala kompleksitas yang dihadapi kota Jakarta pun diharapkan mampu diselesaikan oleh pasangan ini. Secara umum, apa yang telah dikerjakan Jokowi-Basuki dalam menata ibu kota sejauh ini dinilai baik, salah satunya oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan menilai, sejauh ini, kinerja Jokowi-Basuki cukup baik dalam 100 hari pertamanya memimpin ibu kota. "Tiga bulan ini Jokowi keliling Jakarta saja belum tuntas. Tapi pengenalan Jakarta sudah dilakukan, cuma kalau pembangunan fisik ya belumlah, karena APBD saja belum ditetapkan," ujar Ferrial.

Dikatakan Ferrial, paling tidak, Jokowi dan Basuki sejauh ini cukup berhasil mendekatkan dirinya ke masyarakat dengan kebijakan yang sering mengunjungi kampung-kampung di wilayah DKI Jakarta. "Paling tidak sekarang sudah kenal jalan, sudah masuk gorong-gorong dan kampung-kampung. Menurut saya sudah oke. Bukan bagus, sebab kalau bagus nanti malah tidak kerja," kata Ferrial.
 
Politisi Partai Demokrat ini juga menuturkan, program yang diajukan Jokowi-Basuki juga sudah cukup baik. Terlebih, program unggulannya yakni, penanggulangan banjir dengan mengintensifikasi penurapan sungai. "Masalah penyelesaian kemacetan juga sudah ditambah seperti penambahan jalan dan penambahan alat transportasi massal," katanya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI, Ashraf Ali menuturkan, konsep yang dibuat  pasangan Jokowi-Basuki memang terlihat memihak ke rakyat kecil. Namun begitu, karena belum disahkannya anggaran 2013, realisasinya kebijakan Jokowi-Basuki masih ditunggu. "Program dan pemikirannya terfokus, konsepnya bisa dipahami untuk masyarakat. Ke depannya perlu tenaga ekstra untuk merealisasikan programnya, karena APBD cukup besar hingga Rp 49 triliun," ucap Ashraf.

Selain program kesehatan dan pendidikan, Jokowi diharapkan juga fokus ke bidang lain. "Banjir sudah pasti harus, yang lain misalkan penanganan sampah kan kendaraannya juga perlu pembaharuan karena yang ada saat ini sudah tua. Lalu, pembenahan untuk transportasi massal juga diperlukan. Kita baru bisa lihat hasilnya nanti satu tahun setelah anggaran turun," kata Ashraf.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Syahrial menambahkan, kinerja Jokowi-Basuki dalam 100 hari pertamannya sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat. Apalagi, saat ini, keduanya tengah berupaya meneyelesaikan persoalan banjir di ibu kota. "Yang penting fokus pada program. Tapi harus segera diselesaikan rencana pembangunan jangka menengah untuk solusi banjir di Jakarta," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan jika pembahasan APBD terus dilakukan oleh Pemprov maupun DPRD DKI Jakarta untuk secepatnya disahkan. "APBD tidak molor, kita ini siang malam mengurus agar cepat disahkan APBD-nya. Dewan minta penjelasan secara rinci, dan kita sangat rukun dengan DPRD," katanya.

sumber : beritajakarta.com
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA