Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Jakarta Barat Dapat Jatah Terbesar Kartu Pintar

Rabu 31 Oct 2012 21:51 WIB

Rep: Rachmita Virdani/ Red: Hafidz Muftisany

Calon Gubernur Joko Widodo memperlihatkan kartu sehat dan kartu pendidikan, di Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk, Ahad (1/3). (Republika/Adhi Wicaksono)

Calon Gubernur Joko Widodo memperlihatkan kartu sehat dan kartu pendidikan, di Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk, Ahad (1/3). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH--Kartu pintar yang rencananya akan diluncurkan pada 17 November 2012 akan disebar kepada 3000 peserta didik. Salah satu wilayah yang menyerap Kartu Pintar terbanyak adalah Jakarta Barat dengan alokasi 2000 buah.

Menurut Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta alokasi jumlah kartu yang akan disebarkan pada tahun ini adalah 12.266 buah. Namun pembagian kartu itu akan dilakukan bertahap.

"Pertama 3000 kartu pada 17 November. Lalu sisanya akan mengikuti setelah launching," jelasnya di Balaikota DKI, Rabu (31/10)

Sebenarnya pada 2012 ini diusulkan peserta didik yang menerima kartu pintar adalah 50 ribu orang dengan biaya Rp 150 miliar.Namun yang disetujui adalah 12.266 orang.

"Pembuatan kartu pintar tahun ini memakan biaya Rp 37 miliar. Rencananya tahun depan yang akan menerima kartu pintar akan bertambaha karena alokasinya naik sepuluh kali lipat yaitu Rp 378 miliar,"sebutnya.

Anggaran pendidikan sendiri, kata Taufik, diperkirakan akan memakan 27 persen dari total APBD 2013.

"Sebenarnya presentasenya sama dengan tahun 2012. Untuk 2012 alokasi kegiatan pendidikan mencapai 26.9 persen dari total APBD. Nah ini kan APBD 2013 jumlah naik, maka otomatis anggaran pendidikan diperkirakan akan naik,"ungkapnya.

Taufik mengatakan anggaran pendidikan ini mengalami revisi karena harus disesuaikan dengan kegiatan yang diusulkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Sehingga diharapkan kegiata-kegiatan pendidikan akan lebih mengena dan menjadi unggulan.

Sesuai dengan instruksi Gubernur, lanjut Taufik, bahwa peserta didik yang tidak mampu harus mendapat layanan yang sama dengan peserta yang mampu. Salah satu caranya dengan menerbitkan kartu pintar untuk siswa miskin. Dari kartu tersebut setiap anak akan mendapat dana sebesar Rp 240.000 per bulan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA