Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Tahu Berformalin Dikabarkan Marak, Inilah Penjelasan Dinkes Depok

Jumat 13 April 2012 14:06 WIB

Red: Heri Ruslan

Tahu

Tahu

Foto: kusumaworld25.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK --  Peneliti pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI sempat mengungkapkan hasil penelitiannya terhadap 15 produsen tahu pada 2010. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa 94 persen tahu yang dijual di Depok positif mengandung formalin.

Menanggapi pemberitaan tentang tahu berformalin itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Drg Hardiono SpBM, dalam surat klarifikasinya kepada Republika Online (ROL), terhadap berita "Tahu berformalin Masih Marak di Depok" yang dimuat pada 29 Maret 2011,  mengungkapkan, pada dasarnya pengujian tahu yang dilakukan Yulianti SKM dari FKM UI itu dilakukan dalam dua tahap.

''Pada tahap pertama yang dilaksanakan pada November 2009-Juli 2010, didapatkan hasil 95 persen tahu di 11 lokasi pengrajin tahu di Depok mengandung formalin,'' ujar Hardiono.

Angka 95 persen itu, kata dia, adalah proporsi tahu berformalin yang berasal dari 11 lokasi perajin tahu yang diberikan yang diberikan perajin tahu saat penyuluhan. Selain itu, papar Hardiono, tahu tersebut merupakan produk sisa hasil penjualan oleh pedagang yang dikembalikan ke perajin.

''Lalu pada Mei 2010 peneliti melakukan uji kualitatif ulang dengan sampel yang diambil langsung dari lokasi produsen tahu. Jenis sampelnya berupa kedelai, air rendaman kedelai, cioko, tahu yang baru matang,  dan yang siap didistribusikan. Dari hasil tersebut diperoleh hasil bahwa, 12,5 persen lokasi produksi pengrajin tahu mengandung formalin,'' paparnya.

Penelitian tahap kedua yang dilaksanakan pada Juli 2011, kata dia, peneliti menguji 18 lokasi produksi tahu. Dari hasil tersebut menunjukan, 24,9 persen mengandung formalin. Lalu pada Oktober 2011 peneliti melakukan uji kualitatif ulang dan hasilnya turun menjadi 23,5 persen dari 18 lokasi pabrik tahu yang diteliti mengandung formalin. Sementara sekitar 5-6 lokasi produksi tahu masih konsisten menggunakan formalin dalam produksinya.

Hardiono, menegaskan, pada Agustus 2011, Dinkes Depok melakukan uji parameter  formalin terhadap 15 produsen tahu yang dinyatakan positif mengandung formalin oleh FKM UI. Dinkes Depok membawa sampel tersebut ke Laboratorium Saraswanti Indo Genetech Bogor, dan hasilnya sampel-sampel tahu tersebut dinyatakan negatif mengandung formalin.

''Hasil uji yang dilakukan oleh Dinkes Kota Depok telah diberitahukan kepada  saudari Yulianti,'' ungkap Hardiono.

 

Sumber : hak jawab
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB