Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Hadiri High Level Meeting, Menko PMK Bawa Isu TBC

Selasa 25 Sep 2018 16:53 WIB

Red: Gita Amanda

Menko PMK Puan Maharani menghadiri High Level Meeting on Global Peace.

Menko PMK Puan Maharani menghadiri High Level Meeting on Global Peace.

Foto: Kemenko PMK
Perdamaian perlu dimaknai sebagai kesejahteraan bersama masyarakat dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, New York -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menghadiri High Level Meeting on Global Peace di Markas Besar PBB di New York, pada Senin (24/9). Dalam pertemuan tersebut Puan membawa isu Tuberkulosis (TB).

High Level Meeting on Global Peace atau dikenal pula sebagai Nelson Mandela Peace Summit ini merupakan pertemuan pleno tingkat tinggi tentang perdamaian global untuk memperingati seratus tahun kelahiran Nelson Mandela. Pertemuan pleno ini dilaksanakan dalam rangka memberi penghormatan kepada Mandela atas kerendahan hati, pengampunan dan kasih sayang, dan dedikasinya untuk kemanusiaan.

Delegasi Republik Indonesia terdiri dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Kepala Delegasi Republik Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen mendukung perdamaian dunia bersama negara anggota PBB lainnya.

Dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela acara High Level Meeting on Global Peace, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan bahwa urgensi Indonesia untuk menghadiri pertemuan pleno tingkat tinggi ini adalah salah satunya membagi pengalaman terkait penyelesaian konflik di Indonesia seperti di Aceh dan Timor Leste.

Menko PMK juga menyampaikan bahwa perdamaian perlu dimaknai sebagai kesejahteraan bersama bagi masyarakat dunia. Perdamaian tidak hanya terkait di bidang resolusi konflik atau perlucutan senjata, namun juga di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, seperti perlindungan hak asasi manusia, jaminan kesehatan universal, kesetaraan gender dan hak anak-anak dan kelompok rentan lainnya serta peningkatan masyarakat miskin dan terbelakang.

"Saya hadir di sini dalam rangka menghadiri pertemuan-pertemuan pleno tingkat tinggi terkait bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Khususnya terkait eliminasi TB dan penyebaran penyakit tidak menular," ujarnya.

Saat ini semua negara di dunia, menurut Puan, memiliki kekhawatiran yang sama terkait semakin meluasnya penyakit tidak menular dan TB ini. Kedua hal ini bukan hanya permasalahan di negara berkembang tetapi juga di negara maju.

Menko PMK menekankan bahwa diperlukan suatu komitmen kuat dari seluruh negara dalam mencapai target-target SDGs khususnya terkait penurunan penyakit tidak menular dan eliminasi TB. Acara ini dihadiri di antaranya oleh kepala negara atau pemerintah negara anggota, pengamat, organisasi non-pemerintah dan organisasi masyarakat sipil yang berafiliasi dengan PBB, lembaga akademis, dan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA