Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Rusia tak Mau Kenakan Seragam Baru Rancangan Adidas

Sabtu 16 Nov 2019 22:39 WIB

Red: Gita Amanda

Bendera Rusia

Bendera Rusia

Foto: forbes.com
Adidas terbalik menempatkan susunan warna bendera kebangsaan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan sepak bola Rusia menyatakan timnas tak akan mengenakan seragam baru rancangan Adidas untuk pertandingan kualifikasi Euro 2020 mendatang. Ini dikarenakan Adidas terbalik menempatkan susunan warna bendera kebangsaan Rusia.

"Pada pertandingan mendatang, tim nasional Rusia akan tetap mengenakan kit yang dipakai saat mulainya babak kualifikasi," umum Persatuan Sepak Bola Rusia kepada AFP.

Pekan lalu Adidas mengungkapkan seragam baru timnas Rusia dengan lengan garis warna biru putih yang memotong warna merah yang melambangkan bendera tiga warna Rusia, mirip seragam yang dirancang untuk Jerman.

Tetapi kalau susunan warna pada seragam Jerman sudah benar, maka pada seragam Rusia susunan warna itu terbalik dari warna bendera Rusia yang bersusunan putih biru merah. Pendukung Rusia mengeluhkan susunan warna seragam baru itu yang malah melambangkan bendera Serbia.

"Seragam bagus untuk tim Serbia, jadi kapan kalian akan memperkenalkan seragam Rusia?" tulis seorang pengguna Instagram @ilyasergeich di bawah posting Adidas mengenai kit Rusia itu.

Adidas menjelaskan seragam baru timnas Rusia itu melambangkan kembali warna-warna kuat dan berani dari bendera kebangsaan Rusia yang disebut manajer timnas Stanislav Cherchesov solusi lengan yang menarik. "Ketika fans mendukung timnas dengan bertepuk tangan ke atas, Anda bisa menyaksikan bendera nasional Rusia pada lengan seragam itu," kata Cherchesov.

Seragam baru ini sudah terlanjur dijual di toko-toko resmi Adidas. Berbagai posting pada media sosial menunjukkan timnas malah kini berlatih di Sochi dengan seragam lama untuk Piala Dunia 2018.

Rusia menduduki peringkat kedua Grup I dan akan menantang tamunya Belgia di Saint Petersburg Sabtu dan menghadapi San Marino pada 19 November.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA