Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

PPP Tegaskan tidak Terbebani Kasus Romy

Jumat 22 Mar 2019 21:28 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

M Rommahurmuziy (Romi).

M Rommahurmuziy (Romi).

Foto: Dok Republika.co.id
PPP akan bangkit dengan cara mempertahankan pemilih tradisiona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengukuhan Soeharso Monoarfa sebagai petugas pelaksana (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi titik balik dari keterpurukan. Apalagi pemilihan legislatif (Pemilu) 2019 tinggal hitungan hari, sehingga mereka harus segera bangkit pasca kasus yang menimpa mantan ketua umum mereka, Romahurmuziy.

Baca Juga

Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi menyatakan langkah PPP untuk bangkit adalah dengan mempertahankan pemilih tradisional. Kemudian juga partai berupaya untuk mengambil segmen pemilih baru. "Ya PPP harus bangkit. Kami tetap optimististis bisa lolos parlemen. Maka sebulan ke depan, kami memperkuat basis pemilih tradisional," ujar Baidowi saat dihubungi melalui sambungan pesan singkat, Jumat (22/3)

Selain itu Baidowi juga menegaskan bahwa PPP tidak terbebani dengan kasus yang menimpa Rommy. Sebab, Baidowi beralasan, kasus yang dihadapi Rommy adalah ranah pribadi bukan ranah partai. Sehingga pihaknya yakin, kasus tersebut tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai.

Apalagi kondisi di akar rumput tetap solid dan semangat untuk bisa memenangkan Pileg dan Pilpres 2019 yang digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang. Bahkan menurutnya setiap hari ada saja yang datang ke DPP memberikan support.  "Selain itu melalui jaringan seluler tetap berkomunikasi dan saling menguatkan. Semangatnya sama yakni yang utama misi penyelamatan partai," tutup Baidowi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA