Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Bantah Tudingan Romi, Khofifah: Saya Kaget

Sabtu 23 Mar 2019 15:08 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Wihdan
Khofifah menegaskan tak merekomendasikan Haris Hasanudin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membantah merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur. Ia pun merasa kaget dengan pernyataan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy yang menyeret namanya.

''Silahkan tanya Mas Romy, karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman (wartawan) bisa mengkonfirmasi kepada Mas Romy,'' ujar Khofifah, Sabtu (23/3).

Ia menjelaskan, bahwa suatu kementerian memiliki proses tersendiri dalam proses seleksi suatu jabatan. Khofifah pun menegaskan, ia tidak memiliki kepentingan sama sekali dalam proses seleksi di suatu kementerian, khususnya Kemenag dalam kasus ini.

''Jadi kalau saat proses open biding kementerian apa, panselnya siapa, saya rasa saya tidak pada posisi yang punya kepentingan untuk tahu. Untuk tahu saja kita tidak kepentingan untuk itu,'' ujar Khofifah.

photo
Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3).

Selain itu, Khofifah sendiri mengatakan, tidak mengenal Haris Hasanudin secara personal. Mantan Menteri Sosial itu mengaku hanya bertemu dengan Haris dalam sejumlah acara.  "Secara personal tidak, tetapi bahwa beliau pernah Kakan (Kepala Kantor) Kemenag Surabaya. Beliau sempat plt, saya sempat ketemu di pengajian sekali, kemudian saya sempat ketemu lagi di raker PIM setelah menjadi gubernur," ujar Khofifah.

Khofifah pun mengatakan, siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demi membantu komisi antirasuah dalam memberantas korupsi, khusunya di lingkungan pemerintahan. "Komitmen kita menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi," ujar Khofifah.

Perlu diketahui, sebelum Romi diperiksa penyidik, kepada wartawan Romy menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, yang ia lakukan hanyalah menyalurkan aspirasi sebagai seorang anggota DPR RI dan ketua umum Partai. Romy justru mengaku prihatin bila benar ada suap beli jabatan di Kemenag.

Tak tanggung-tanggung, Romy bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga ikut memberikan rekomendasi terhadap dirinya, bahwa Haris adalah benar-benar orang yang berkualitas dan berkompeten

"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'mas Romy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus'," ujar Romy.

KPK sendiri telah menetapkan tiga tersangka pada kasus ini, yaitu Romy diduga sebagai penerima. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA