Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Besok, Pimpinan KPK Bertemu Jokowi di Istana Negara

Selasa 12 Mar 2019 20:31 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Foto: ANTARA FOTO
Pimpinan KPK akan menyerahkan dokumen Stranas Pencegahan Korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu (13/3) besok. Kedatangan pimpinan KPK untuk menyerahkan dokumen Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

"Besok Rabu, pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai, direncanakan pimpinan KPK sebagai bagian dari Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) akan datang ke Istana Negara untuk menyerahkan hasil penyusunan kegiatan Tim Stranas PK sejak Oktober 2018 sampai saat ini," kata Jubir KPK Febridiansyah dalam pesan singkatnya, Selasa (12/3).

Diketahui, Timnas PK yang terdiri dari unsur KPK, KSP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Bappenas, Kementerian PAN dan RB akan menyerahkan Dokumen Stranas yang berisikan 3 Fokus area stranas, 11 rencana aksi dan 24 sub rencana aksi pada Presiden RI. Selanjutnya, direncanakan, Presiden RI akan menugaskan para Pimpinan Kementerian, Lembaga dan Kepala Daerah terkait untuk melaksanakan seluruh rencana aksi dan turunannya tersebut.

Stranas PK yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi ini diharapkan dapat lebih efektif mencegah korupsi di Indonesia, karena salah satu konsep utama yang diatur adalah: Stranas PK sebagai arah  kebijakan nasional Pencegahan Korupsi di Indonesia.

Posisi Presiden RI sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan pun berada pada posisi sentral dalam upaya Pencegahan Korupsi tersebut. Sehingga seluruh rencana aksi yang sudah dituangkan diharapkan dilaksanakan secara efektif dan sinergis oleh instansi yang terkait. "3 Fokus Stranas PK adalah Perizinan dan Tata Niaga; Keuangan Negara, dan Penegakan Hukum dan Reformasi Birokrasi," jelasnya.

Febri menambahkan, unsur Pimpinan instansi yang akan hadir pada pertemuan besok direncakan dari 48 pimpinan Kementerian dan Lembaga, 34 Gubernur dan undangan lainnya yang terkait.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA