Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Rocky Gerung Diperiksa, Bagaimana dengan Ade Armando?

Kamis 07 Feb 2019 00:12 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Karta Raharja Ucu

Pengamat politik Rocky Gerung menjawab pertanyaan wartawan saat memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Pengamat politik Rocky Gerung menjawab pertanyaan wartawan saat memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Foto: Antara/Harry T
Soal Ade, Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo mengaku menunggu penyidik bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan adanya politisasi kasus dalam pemanggilan Rocky Gerung disanggah Polri. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono beralasan, pemanggilan kepada Rocky yang dilaporkan setahun lalu dalam kasus 'kitab suci adalah fiksi' lantaran banyaknya laporan yang masuk terkait pelanggaran Undang-Undang ITE.

Baca Juga

“Jadi Polda Metro itu menerima laporan di ITE, cyber crime, itu banyak sekali, hampir setahun bisa 2.800-an (laporan), sementara setahun cuma 365 hari. Jadi kan perlu sabar,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/2).

Ketika ditanya terkait klarifikasi atau pemanggilan Ade Armando yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, Argo tidak memberikan jawaban pasti. Argo mengaku, masih menunggu bagaimana penyidik bekerja. “Nanti kita tunggu saja,” ucap Argo.

Kasus Ade Armando tidak pernah terdengar lagi sampai sekarang. Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) itu, dilaporkan seorang warga, bernama Johan Khan, pada Januari 2017 lalu karena cuitannya melalui media sosial.

Ade menuliskan "Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, China, Hiphop, Blues."

Tidak terima karena dalam prosesnya Ade Armando ditetapkan sebagai tersangka, Ade pun mengajukan praperadilan. Namun, pada Mei 2017 praperadilan Ade ditolak sehingga ia harus kembali menjalani proses hukum kembali. Hingga kini, kasus itu pun menguap begitu saja tanpa adanya informasi dari kepolisian sudah sejauh mana perkembangannya.

Kemudian, Ade Armando kembali dilaporkan ke polisi karena penodaan agama. Kali ini, ia kembali dilaporkan oleh seorang pengacara yang mewakili umat Islam, Denny Andrian Kusdayat, atas dugaan penodaan agama.

"Tolong cek Facebook-nya Ade Armando, kira-kira ada unsur penghinaan agama nggak. Saya kan nggak follow Ade Armando nih baru pas tahu dari saudara Frans, saya follow, baru saya tahu. Kemudian ada kalimatnya 'adzan tidak suci'," ujar Denny saat ditemui usai melapor di Mapolda Metro Jaya, Rabu 11 April 2018.

Denny dengan jelas mengatakan, Ade Armando telah melakukan penodaan agama yang menyebut azan tidak suci, padahal di dalam bait azan jelas terdapat lafaz-lafaz suci yang mengagungkan Allah SWT.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA