Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Tiga Gubernur Terpilih Kunjungi KPK

Kamis 21 Feb 2019 04:04 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Agung Sasongko

KPK

KPK

Gubernur Riau Syamsuar menegaskan tidak mau mengikuti jejak tiga pendahulunya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan KPK  ‎menerima kunjungan dari tiga Gubernur dan dua Wakil Gubernur yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tiga Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut yakni, Syamsuar-Edy Natar Nasution; Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak; dan Fachrori Umar.

Syamsuar-Edy Natar Nasution merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih yang dilantik oleh Jokowi pada hari ini. ‎Sementara Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih yang dilantik kepala negara pada Rabu (13/2) pekan lalu . Bersamaan dengan pelantikan Khofifah-Emil , Fachrori Umar yang merupakan Wakil Gubernur juga dilantik menjadi Gubernur Jambi menggantikan Zumi Zola.

Kepada wartawan, Gubernur Riau Syamsuar  menegaskan tidak mau mengikuti jejak tiga pendahulunya tersangkut kasus korupsi di KPK. Tiga gubernur Riau yang telah menjadi pesakitan adalah Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun.

Hal tersebut Syamsuar ungkapkan usai dirinya dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution mendapatkan nasihat dari para pimpinan KPK. "Kami tadi sudah dapat penjelasan yang akan menjadi acuan kami. Dan kami memang bersama Pak Edy tidak ingin kempat kali (gubernur masuk KPK)," kata dia.

Ia pun bersama Edy  siap menjalankan koordinasi supervisi pencegahan (Korsupgah) tentang titik-titik rawan praktik rasuah di Riau. "Kami sudah minta pendampingan ke KPK tentang persoalan  yang berkembang di Riau agar kami dapat menyelesaikan," ujar dia.

Diketahui Saleh Djasir terjerat kasus korupsi pengadaan mobil kebakaran. Rusli Zainal dan Annas Maamun terjerat kasus suap dah korupsi pemberian izin di sektor Kehutanan di Riau.

Dalam kunjungan tersebut, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, para pimpinan mengucapkan selamat pada kepala daerah yang telah dilantik. Para pimpinan, sambung Febri, juga menjelaskan rencana KPK tentang upaya pencegahan melalui program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan di sejumlah daerah.

"Khususnya 3 daerah yang sedang audiensi saat ini," kata Febri.

Selain itu, disampaikan juga ajakan agar penyelenggaraan pemerintahan dilakukan secara sederhana. Seperti bagaimana menghilangkan praktek pelayanan berlebihan terhadap pemerintah pusat jkka ada kunjungan ke daerah, penggunaan mobil dinas secara benar dan lainnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA