Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

KPK Masih Dalami Kasus Gratifikasi Bupati Malang

Ahad 10 Feb 2019 22:34 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andri Saubani

Bupati Malang Rendra Kresna menggunakan rompi oren berada didalam mobil seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/10).

Bupati Malang Rendra Kresna menggunakan rompi oren berada didalam mobil seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Rendra Kresna segera menjalani sidang untuk perkara korupsi APBD Malang 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan milik Bupati Malang, Rendra Kresna. Artinya, tersangka kasus dugaan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011 itu akan segera menjalani persidangan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, pelimpahan berkas terkait kasus suap yang menjerat Rendra. Sementara dalam kasus gratifikasi penyidik masih melanjutkan proses penyidikannya.

"Untuk perkara dugaan penerimaan gratifikasi masih dalam proses penyidikan. KPK terus mengidentifikasi dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan yang tidak dilaporkan tersangka dalam waktu 30 hari kerja ke KPK," kata Febri dalam pesan singkatnya, Ahad (10/2).

Adapun, dalam melengkapi berkas penyidikan kasus suap, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 56 orang saksi. Puluhan saksi itu berasal dari unsur pegawai dan mantan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2007 sampai dengam 2012.  Selaim itu terdapat pula unsur saksi lainnya yakni asisten pribadi Bupati dan pihak swasta.

Diketahui, Rendra dijerat atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang dan kasus dugaan gratifikasi.  Dalam kasus suap, selain Rendra KPK juga menetapkan seorang swasta bernama Ali Murtopo .

Ali Murtopo merupakan bagian tim sukses pada Pilkada Kabupaten Malang 2010. Rendra diduga menerima suap dari Ali sebesar Rp 3,45 miliar.

Ketika menjabat pada periode pertamanya itu, Rendra menaruh perhatian pada proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, yang saat itu mendapat Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan di tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013, khususnya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD serta SMP.

Dalam melakukan perbuatannya Rendra diduga bersama-sama dengan mantan tim sukses saat pilkada pada tahun 2010 dilakukan dan berupaya mengatur proses lelang pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo sekitar Rp 3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Rendra merupakan Bupati dua periode. Pada periode pertama tahun 2010 ia bersama wakilnya Ahmad Subhan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara pada periode kedua ia bersama Sanusi diusung Partai Golkar, PKB, Partai NasDem, PPP, Gerindra, Partai Demokrat, serta PKS.

Sementara dalam kasus gratifikasi, KPK menetapkan status  Rendra dan pihak swasta bernama Eryk Armando Talla sebagai tersangka. Didugan Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015 dan 2016-2021 bersama-sama Eryk diduga telah menerima gratifikasi setidaknya hingga saat ini sekitar Rp 3,55 miliar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES