Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

4 CCTV dan 12 Saksi Diperiksa Terkait Molotov di Rumah Laode

Kamis 10 Jan 2019 15:34 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Saksi yang diperiksa ini tidak ada yang melihat langsung teror secara spesifik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan closed-circuit television (CCTV) terkait temuan molotov di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif Jalan Kalibata Selatan 42 C, Kalibata, Jakarta Selatan.  "Sudah ada 12 saksi yang dimintai keterangan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/1).

Dedi menyebutkan, ada dua saksi yang dimintai keterangan di Polda Metro Jaya. Sementara 10 saksi dimintai keterangan langsung di tempat kejadian perkara.

Namun, Dedi mengatakan, belasan saksi yang diperiksa ini tidak ada yang melihat langsung teror tersebut secara spesifik. "Hanya melihat sedikit percikan api, kemudian suara seperti botol dilempar pecah," ujar Dedi. 

Selain saksi, menurut Dedi, polisi juga memeriksa sebanyak empat CCTV di sekitar kediaman Laode M Syarif. "Saat ini didalami empat CCTV di sepanjang jalur menuju kediaman beliau," ujar Dedi. 

Pendalaman juga dilakukan di kediaman Ketua KPK Agus Raharjo Perum Graha Indah Blok A9/15 RT. 004/014 Jatimekar, Jatiasih Kota Bekasi. Polisi memastikan bom itu adalah bom palsu atau fake bomb. Namun, kata Dedi, polisi tetap melakukan pengejaran. 

Dedi menjelaskan, polisi juga akan memeriksa sejumlah CCTV di kediaman Agus Raharjo. "Tim akan mengurut CCTV yang ada menuju kediaman Pak Agus, kita akan mengurai mundur dari mulai benda itu diketemukan diurut terus ketahuan nanti siapa orang yang masuk situ," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA