Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

ICW Minta Polri Usut Tuntas Peristiwa Teror Pimpinan KPK

Kamis 10 Jan 2019 13:35 WIB

Red: Ratna Puspita

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
ICW anggap ini sebagai cobaan kembali setelah penyerangan Novel Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengutuk keras tindakan teror yang dialami pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ICW meminta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas peristiwa teror yang menimpa pimpinan KPK.

"Pada dasarnya, ICW mengutuk keras tindakan teror yang dialami pimpinan KPK. Jadi kami juga ingin meminta Kapolri agar bisa mengusut tuntas teror yang menimpa pimpinan KPK, dan kami anggap ini sebagai cobaan kembali setelah Novel Baswedan kemarin," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/1).

ICW pun menganggap bahwa penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan juga sudah berlarut-larut. "Jadi, jangan ini menjadi kali kedua kepolisian menunjukkan kinerja yang kami anggap belum terlalu maksimal," ujarnya pula.

ICW pun mengharapkan dengan bukti-bukti yang ada, dan dengan kesaksian-kesaksian yang ada di tempat kejadian perkara, kepolisian bisa mengungkap tuntas peristiwa teror tersebut. "Tidak hanya operator, tidak hanya orang yang melemparkan bom molotov, tetapi tokoh intelektualnya. Kami harap kepolisian bisa mengungkapnya karena ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ini teror mungkin bisa dikatakan teror kepada gerakan antikorupsi," ujar Kurnia lagi.

Ia pun meyakini KPK tidak akan gentar dengan teror-teror yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. "Saya katakan ini teror kepada gerakan antikorupsi. Jadi, sebenarnya nyali KPK sudah diuji dan saya yakin KPK tidak akan gentar dengan teror-teror yang diberikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti ini," kata dia pula.

Sebelumnya, pada Rabu (9/1), rumah Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi sasaran teror bom oleh orang tak dikenal. Di rumah Agus yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, polisi menemukan barang bukti berupa pipa paralon, detonator, sekring, kabel warna kuning, paku ukuran 7 sentimeter, serbuk putih, baterai, dan tas.

Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov oleh orang tak dikenal, salah satu bom sempat merusak teras bagian atas rumah Laode. Penemuan bom itu terjadi pada Rabu (9/1) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA