Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

DPR Minta Polri Bentuk Satgas Tangani Teror ke Pimpinan KPK

Rabu 09 Jan 2019 21:58 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Rumah dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Syarif mendapatkan teror bom.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Ranik meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung turun tangan dalam mengusut teror bom molotov di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief. Ia juga mendesak Kapolri untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus terkait kasus tersebut.

"Saya meminta agar Kapolri segera turun tangan untuk membentuk Satgas Khusus terkait kasus ini. Satgas ini harus bertugas dan bertanggung jawab sekalian dengan investigasi kasus Novel Bawesdan," ujar Erma kepada wartawan, Rabu (9/1).

Erma juga meminta Satgas khusus dipimpin langsung Wakapolri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto agar dapat mengungkap aktor utama dan pelaku dibalik teror bom tersebut. Karena, ia menilai, teror bom tersebut adalah teror yang masif, terstruktur dan terencana oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Tujuannya kata politikus Partai Demokrat itu, tak lain agar KPK takut dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi "Saya percaya Polri punya semua sumber daya untuk mengungkapnya. Tinggal kemauan saja," ujar Erma.

Ia juga menegaskan, Komisi III DPR akan memantau serius kasus teror bom ini. Karena menurutnya, teror terhadap aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas, tidak bisa dibiarkan.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil KPK Laode M Syarif mendapat teror diduga bom molotov. Rumah Agus Raharjo di Bekasi, Jawa Barat juga diteror benda diduga bom pipa, selang beberapa jam setelah pelemparan benda diduga bom molotov ke rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES