Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Polda Papua Bertekad Kejar KKB Nduga

Selasa 11 Des 2018 15:06 WIB

Red: Bayu Hermawan

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin, Kamis (25/1).

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin, Kamis (25/1).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Kodam XVII/Cenderawasih siap membantu upaya tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Kepolisian Daerah Papua bertekad mengejar kelompok kriminal bersenjata/KKB Nduga yang menembak mati para karyawan PT Istaka Karya, staf Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah Papua dan anggota TNI AD Sertu Handoko beberapa waktu lalu. Kodam XVII/Cenderawasih siap membantu upaya tersebut.

Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin yang dihubungi dari Timika, Selasa, mengatakan untuk penegakan hukum terhadap kasus tersebut, jajaran Polda Papua mendapat dukungan penuh dari Kodam XVII/Cenderawasih.

"Kami telah membentuk tim untuk pengejaran para pelaku. Komitmen kami dari Polda Papua tidak akan berhenti untuk melakukan pengejaran, penangkapan dan penegakan hukum terhadap KKB ini," kata Irjen Martuani.

Kapolda mengatakan sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bahwa jajaran TNI akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk perbantuan kepada Polri dalam rangka menangkap, memproses dan mengajukan ke persidangan anggota KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya.

Kelompok tersebut diperkirakan memiliki sejumlah senjata api standar militer hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri dan sebagian diduga diselundupkan dari luar negeri seperti Mindanao, Filipina Selatan dan sebagian lagi dari daerah bekas konflik seperti di Ambon. Jajaran Kepolisian beberapa waktu lalu di Sorong, Papua Barat pernah mengungkap kasus penyelundupan senjata api ke Papua dari Mindanao.

Upaya pengejaran KKB Nduga menghadapi hambatan cukup berat karena kondisi medan geografis yang sulit. "Dipana itu daerah ketinggian di atas 10 ribu kaki dengan oksigen tipis, lereng-lereng curam, cuaca juga tidak bersahabat, signal telepon tidak ada. Anggota kita tidak terbiasa di medan-medan seperti itu, sementara mereka sudah terbiasa karena mereka menyatu dan dibesarkan di alam seperti itu," jelas Irjen Martuani.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan bahwa pembangunan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat. "Perintah Panglima TNI sudah jelas bahwa pembangunan kembali Jalan Trans Papua akan segera dilakukan, tidak boleh berhenti," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA