Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Bahar bin Smith tak Ditahan

Jumat 07 Dec 2018 11:00 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Esthi Maharani

Habib Bahar bin Smith saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12).

Habib Bahar bin Smith saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penyidik juga meyakini Bahar Smith akan kooperatif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri memutuskan tidak menahan Habib Bahar bin Smith, meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo. Ada tiga hal yang dipertimbangkan penyidik.

Baca Juga

"Penyidik meyakini tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan, dan tidak menghilangkan barang bukti," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono, Jumat (7/12).

Merujuk pada KUHAP, kata Syahar, penyidik juga meyakini Bahar Smith akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan. Sehingga, tidak dilakukan upaya penahanan. "Namun proses penyidikan tetap lanjut," ujar dia.

Terkait kemungkinan penahanan Bahar di kemudian hari, Syahar enggan berspekulasi. Keputusan penahanan, kata dia, berada di tangan penyidik.

"Kembali lagi pertimbangannya adalah subjektif. Kalau tiga hal tadi tidak ditepati ya mungkin penyidik akan mempertimbangkan lagi (penahanan)," kata Syahar.

Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (6/12). Bahar masuk ke Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat melalui pintu utama sekira pukul 11.28 WIB. Namun, hingga pukul 23.00 WIB Bahar tak terlihat keluar dari pintu ia masuk. Bahar diketahui keluar melalui pintu lain.

Bahar diduga melanggar sesuai pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45 A ayat 2 UU RI No.19 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo. Pasal 16 UU RI No. 40 Th. 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA