Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tetap Khidmat Beribadah di Katedral Saat Reuni 212

Senin 03 Dec 2018 08:39 WIB

Red: Elba Damhuri

Peserta aksi reuni 212 memadati kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Ahad (2/12/2018).

Foto:
Reuni 212 dinilai telah ikut memperkuat rasa aman kaum minoritas.

Dia menganggap, adanya tempat yang disediakan untuk non-Muslim dalam acara Reuni 212 menunjukkan masyarakat masih satu bangsa dan negara yang mencintai Tanah Air. “Kami sangat senang, doa kami terjawab supaya Indonesia tetap aman dan damai, tak ada anarkisme kekerasan,” kata dia.

Perwakilan dari Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) Pendeta Etika Hia juga mengatakan tema yang diusung Reuni 212 tergolong universal. “Acara ini doa untuk bangsa, untuk kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar dia.

Menurut dia, acara Reuni 212 bisa menjadi bukti bahwa Indonesia masih milik bersama dan terbingkai dalam NKRI. Otomatis, hal itu menghilangkan rasa waswas, takut sebagai kaum minoritas.

Sementara di seantero lokasi aksi, suasana tertib memang tampak. Dari pantauan Republika, tidak tampak banyak aparat berseragam yang melakukan penjagaan ekstra di luar Monas. Sesekali tampak polisi lalu lintas turut mengarahkan massa untuk mencari jalan keluar untuk pulang, maupun massa yang baru datang ke lokasi.

Jumlah polisi berseragam yang tampak signifikan hanya di sekitar panggung utama di Monumen Nasional. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis juga tampak turut memantau di pagi hari dari tenda pengamanan yang ditempatkan di dekat panggung utama, Monas.

Akhirnya, pada pukul 10.00 WIB massa mulai membubarkan diri. Bubarnya massa ditandai dengan berakhirnya orasi dari sejumlah tokoh yang hadir. Massa yang membubarkan diri pun sempat berpapasan dengan massa yang baru hadir.

Hal itu terjadi di Tugu Tani dan Jalan Kebon Sirih. Namun, dengan pengaturan sejumlah koordinator massa melalui pengeras suara dan bantuan sejumlah polisi lalu lintas, situasi tetap berjalan tertib dengan pembagian jalur bagi yang baru hadir.

Sementara, personel TNI yang berada di lokasi pun menyatakan, tidak mendapati gangguan dalam aksi tersebut. "Kami stand by saja, nanti kalau ada kebutuhan, kami siap," kata personel TNI yang berjaga di kawasan Balai Kota, Deni Ahmad.

(arif satrio nugroho/afrizal rosikhul ilmi, ed: fitriyan zamzami)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES