Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Difitnah Pemilik Akun @Zyopi, Asma: Saya Nggak akan Diam

Kamis 15 Nov 2018 02:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Novelis Asma Nadia (kiri) ditemani kakaknya Helvy Tiana Rosa (kanan) melaporkan seorang warganet, JanieNya Hearteu ke polisi karena menudingnya sebagai penyembah hoax dan HTI.

Novelis Asma Nadia (kiri) ditemani kakaknya Helvy Tiana Rosa (kanan) melaporkan seorang warganet, JanieNya Hearteu ke polisi karena menudingnya sebagai penyembah hoax dan HTI.

Foto: Dokumen pribadi
Asma Nadia telah melaporkan pemilik akun Twitter @Zyopi ke Polres Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Novelis Asma Nadia telah melaporkan JanieNya Hearteu, pemilik akun Twitter @zyopi ke polisi terkait kasus dugaan pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE pada Selasa (13/11). Asma yang dituding JanieNya sebagai tudingan penyembah hoaks dan HTI mengaku memiliki alasan kuat untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Baca Juga

Salah satu alasan Asma melaporkan akun @zyopi adalah untuk memberikan edukasi, khususnya kepada para millenial, mengenai penggunaan media sosial yang bijak. Asma menilai saat ini pengguna media sosial memiliki kecenderungan untuk mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks tanpa memikirkan konsekuensi lebih jauh.

Asma menilai salah satu alasan pengguna media sosial berani menyebarkan berita bohong dengan mudah karena merasa identitas mereka aman terlindungi di balik akun 'bodong' atau akun palsu. Padahal, kecanggihan teknologi saat ini memungkinkan pihak kepolisian untuk mencari pelaku penyebar hoak sekalipun mereka menggunakan akun palsu.

Di sisi lain, Asma juga tak ingin fitnah yang ditujukan kepadanya melukai orang-orang yang ia kasihi. Asma mengatakan hal seperti ini pernah terjadi ketika ia difitnah sebagai pengikut syiah. Asma mengatakan fitnah syiah ini tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri.

"Kalau hanya saya yang di-bully tidak masalah. Saya orang dewasa," kata Asma.

Persoalannya, fitnah syiah tersebut juga berdampak kepada anak laki-lakinya, Adam Putra Firdaus. Asma mengatakan fitnah itu sempat membuat Adam mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang yang bahkan tidak ia kenal.

"Adam juga kena bully," ungkap Asma.

Tak ingin hal seperti ini terus berlanjut, Asma lantas bertukar pikiran, termasuk dengan anak perempuannya yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan iparnya yang merupakan seorang pengacara. Asma juga berkonsultasi dengan suaminya dan sang kakak, Helvy Tiana Rosa.

"Akhirnya kami memutuskan, insya Allah untuk kali ini saya nggak akan diam. Untuk kali ini, saya akan bersikap, dan seterusnya saya akan bersikap, sebagai bentuk edukasi," jelas penulis buku-buku best seller ini.

Sebelum membuat laporan resmi pada 13 November 2018, Asma sudah memberikan kesempatan bagi pemilik akun Twitter @zyopi untuk meminta maaf. Namun hingga batas waktu yang ditentukan pemilik akun tersebut masih belum mengunggah permintaan maaf. Menindaklanjuti hal ini, Asma akhirnya melaporkan pemilik akun yang bersangkutan kepada pihak berwajib terkait kasus pencemaran nama baik.

Di salah satu cicitannya, @zyopi menyebut tidak pernah tertarik membeli buku Asma Nadia. "Saya penggila buku. Setiap hari saya pasti baca buku. Tapi entah saya gak pernah tertarik membeli buku @asmanadia Ternyata feeling saya bagus. Tanpa sadar saya menolak keras berinteraksi dalam bentuk apa pun dengan orang-orang penyembah hoax dan HTI," tulis JanieNya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES