Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

KPK: Indonesia, Mari Contoh Jawa Barat dan Bandung

Selasa 30 Okt 2018 13:51 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang diwawancara wartawan usai meninjau fasilitas bus Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi saat Road Show Kota Antikorupsi, di Balai Kota Bandung, Selasa (30/10).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang diwawancara wartawan usai meninjau fasilitas bus Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi saat Road Show Kota Antikorupsi, di Balai Kota Bandung, Selasa (30/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Bus Antikorupsi membantu pencegahan korupsi di daerah.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar roadshow Bus Anti Korupsi yang Selasa (30/10) ini tiba di Kota Bandung. Bus ini merupakan inovasi KPK yang ditujukan untuk sarana sosialisasi, edukasi dan pencegahan korupsi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung yang berupaya memerangi korupsi. Saut bahkan meminta daerah-daerah lain meniru Jawa Barat dan Kota Bandung atas komitmennya menjunjung intergritas. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan 12 modus KKN yang harus diantisipasi oleh Pemda.

"Saya jalan ke beberapa tempat kayaknya cuman yang berpikiran kayak Kang Emil (Ridwan Kamil) ini nggak banyak banyak juga ternyata. Yang berani terbuka menunjukan 12 poin tadi, oleh sebab itu saya katakan hari ini bahwa mari Indonesia contoh Jawa Barat, mari Indonesia contoh Bandung," kata Saut di Balai Kota Bandung.

Ia mengatakan setiap pemerintah daerah harus menjunjung tinggi integritas dalam melayani masyarakatnya. Diharapkan tidak tergiur oleh dana-dana yang disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Beberapa daerah di Jawa Barat, kata Saut, memang ada yang terungkap kasus korupsi. Namun ia ingin mengajak melihat daerah lainnya yang juga masih menjunjung tinggi sikap perang terhadap korupsi.

Ia menyebutkan Pemprov Jawa Barat pun berniat membuat inovasi yang sama menghadirkan bus anti korupsi sepertu milik KPK. Bus ini nantinya bisa membantu sebagai saran pencegahan korupsi di tingkat daerah.

"Sehingga kalau Pak Gubernur ingin (duplikasi) tentunya tinggal bagaimana kehadiran KPK di situ kan nanti ceritanya pendidikan dan penindakan. Keinginan Pak Gubernur tadi secara detail di beberapa tempat-tempat yang pak gubernur sadari betul kita harus mengubah kebiasaan-kebiasan yang selama ini kita anggap biasa," tuturnya.

Ia berharap kehadiran bus anti korupsi KPK ini bisa memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Sehingga kasus korupsi di daerah dapat dihindari.

"Kalau mau dicopy saya bantu. Teknologinya nggak canggih amat, bahkan bekas bus Jakarta Bandung yang second boleh yang penting kalau mogok dia berhenti sambil jelasin korupsi, softwarenya sama," ujarnya.

Kota Bandung menjadi kota pamungkas Road Show “Kota Anti Korupsi” yang digelar oleh KPK. Kota Bandung merupakan bagian dari road show 11 kota KPK di Pulau Jawa selama sebulan terakhir. Kota Bandung dipilih karena sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat bisa menjadi perhatian serta menjadi percontohan bagi Kota Lain.

Baca juga: OTT Bupati Cirebon, KPK Sita Dokumen Proyek dan Uang

Baca juga: KPK Sita Rp 1,5 M OTT Kabupaten Bekasi Terkait Meikarta

Baca juga: Kepala Dinas Kota Bandung Diamankan Polisi dalam OTT

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA