Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Kubu Jokowi: Alasan Amien Minta Kapolri Dicopot tidak Jelas

Kamis 11 Okt 2018 01:34 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais didampingi putrinya Tasniem Fauzia Rais saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Direskrimum, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais didampingi putrinya Tasniem Fauzia Rais saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Direskrimum, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Amien Rais kemarin, memenuhi panggilan polisi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengomentari permintaan Amien Rais untuk mencopot Jendral Polisi Tito Karnavian dari jabatan kapolri. Kubu Jokowi berpendapat, ada mekanisme tertentu untuk mencopot posisi tertinggi dalam tubuh kepolisian.

"Saya melihat dari dua hal, pertama dari sisi aturan hukum kalau kita bicara aturan hukum untuk pejabat negara baru mundur atau dimundurkan kalau sudah jadi terdakwa atau paling cepat sudah jadi tersangka," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Arsul Sani di Jakarta, Rabu (10/10).

Dia mengatakan, alasan permintaan pencopotan itu juga masih belum jelas. Sekretaris Jenderal PPP itu melanjutkan, baru disebutkan dengan mengacu pada sebuah dokumen yang belum diketahui pembuatnya. Hal itu, tambahnya, membuat ambigu siapa yang akan bertanggung jawab atas dokumen yang dipublikasikan Indonesialeaks itu.

Arsul mengatakan, dokumen juga tidak memiliki proses verifikasinya yang jelas. Dia melanjutkan, ada baiknya kebenaran dokumen tersebut diselidiki oleh lembaga penegak hukum yang berwenang.

"Bagaimana kemudian seorang pejabat yang disebut dalam suatu dokumen, kemudian belum diverifikasi dan belum juga disikapi oleh lembaga penegak hukum yang harus ditindak lanjuti KPK, kemudian disuruh mundur," katanya.

KIK mengaku menyesal atas permintaan Amien Rais, sebagai seorang guru besar intelektual kemudian meminta pejabat pemerintah mundur tanpa standar dan alasan moral yang jelas. Arsul mengatakan, jika sudah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan yang jelas itu baru bisa disuarakan untuk mundur.

Seperti diketahui, Amien Rais meminta Presiden Jokowi untuk segera mencopot kapolri. Pernyataan itu dia ungkapkan saat hendak memenuhi panggilan kepolisian. Namun dia tidak menyebutkan secara pasti alasan yang mengharuskan Jokowi mencopot Kapolri Tito Karnavian.

Amien Rais diperiksa terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Amien sebelumnya membela Ratna yang mengaku dipukuli dan dianiaya saat berada di Bandung, Jawa Barat pada 21 September lalu. Dia diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya.

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais pada Rabu (10/10), memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Amien diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet.

Amien yang sebelum diperiksa melontarkan kritik atas pemanggilannya, seusai pemeriksaan dia menyanjung penyidik Polda Metro Jaya. "Saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik dan betul-betul rasanya akrab penuh tawa penuh canda, dan lain-lain," kata Amien Rais, Rabu (10/10) sore.

Amien menuturkan menjalani pemeriksaan hampir enam jam. Namun, separuhnya untuk kegiatan makan, shalat, dan membicarakan hal lain.

"Jadi itu demikian smooth (lancar) demikian bagus pertanyaannya itu straight (secara langsung) tidak muter-muter, menjebak itu tidak ada, saya terima kasih sekali," tutur Ketua Dewan Kehormatan PAN itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA