Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Ratna Sarumpaet Dibawa Kembali ke Polda Metro Jaya

Jumat 05 Oct 2018 03:17 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Reiny Dwinanda

Aktivis Ratna Sarumpaet dibawa meninggalkan Mapolda Metro Jaya menuju kediamannya untuk keperluan penggeledahan, Jumat (5/10) dini hari.

Aktivis Ratna Sarumpaet dibawa meninggalkan Mapolda Metro Jaya menuju kediamannya untuk keperluan penggeledahan, Jumat (5/10) dini hari.

Foto: Republika/M Ikhwanuddin
Ratna Sarumpaet turut menyaksikan penggeledahan rumahnya oleh tim Polda Metro Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet dibawa kembali ke Markas Polda Metro Jaya setelah mengikuti proses penggeledahan rumahnya, Jumat (5/10) dini hari. Polisi melakukan penggeledahan selama dua jam.

Ratna tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 02.35 WIB. Dengan pengawalan ketat, ia langsung digiring ke Direktorat Reserse Kriminal Umum.

"Sehat, sehat," kata Ratna menjawab pertanyaan reporter tentang kondisinya.

Ratna akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Metro Jaya. Dari rumah Ratna, petugas membawa kantung plastik berisi laptop, dokumen, dan beberapa pakaian.

Baca juga: Guna Penggeledahan, Polisi Bawa Ratna Sarumpaet ke Rumahnya

Polisi belum memberikan keterangan resminya terkait perkembangan kasus hoaks yang bersumber dari klaim Ratna soal kasus pengeroyokan terhadap dirinya. Ratna ditangkap anggota Polda Metro Jaya di bandara Soekarno-Hatta sesaat sebelum terbang ke Santiago, Cile, Kamis, pukul 20.00 WIB. Direktorat Jenderal Imigrasi juga sudah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri hingga 20 hari atas permintaan polisi.

Kasus ini bermula setelah beredar kabar Ratna menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018. Kepada sejumlah kawannya yang merupakan tokoh nasional, Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara.

Aparat kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Ratna lewat keterangan pers kemarin, kemudian memohon maaf lantaran telah menyampaikan kebohongan terkait dengan informasi pengeroyokan tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA